WHY:
Dalam tugas pra-KPB yang dilaksanakan kemarin, pengamatan kami menunjukkan bahwa penjual seringkali jarang berinteraksi dengan pelanggan di luar transaksi jual-beli,dan lebih banyak menghabiskan waktu dengan bermain telepon genggam. Rupa-rupanya, fenomena ini tidak hanya terjadi dalam interaksi antara penjual dan pembeli saja. Di tempat umum, kebanyakan orang tidak berinteraksi dengan orang yang tidak dikenal. Tampaknya, kita memang memilliki kecenderungan untuk menghindari interaksi dengan orang yang tidak dikenal.
Barangkali; salah satu faktor utama yang menyebabkan fenomena ini adalah penggunaan gawai seperti telepon genggam, yang sering kali membuat orang-orang tenggelam dalam layar mereka masing-masing. Lebih jauh lagi, penggunaan gawai yang berlebihan berpotensi membatasi kesadaran kita pada situasi sekitar dan mengurangi kesempatan kita untuk berinteraksi secara langsung dengan orang lain.
Padahal, interaksi langsung memiliki banyak manfaat penting, seperti mengasah empati dan komunikasi. Ketika kita berinteraksi secara langsung, kita bisa belajar membaca nada, bahasa tubuh dan hal-hal tersirat lainnya untuk bisa memberikan reaksi yang tepat. Hal ini tak tergantikan karena bagaimanapun juga, sejauh apapun kemajuan zaman; kemampuan berkomunikasi dan berempati adalah modal yang penting bagi kehidupan kita selaku makhluk sosial.
Lebih jauh lagi, interaksi yang lebih aktif antara penjual dan pembeli bisa menciptakan pengalaman berbelanja yang lebih menyenangkan bagi kedua belah pihak. Pembeli yang merasa dilayani dengan baik akan merasa puas. Hal ini berpotensi membuat si pembeli menjadi pelanggan setia, meningkatkan citra penjual dan memungkinkan datangnya lebih banyak pembeli.
Namun, untuk mengatasi kecenderungan penggunaan gawai yang berlebihan, diperlukan usaha dari kedua belah. Penjual bisa mencoba untuk lebih aktif dalam membuka percakapan dan lebih ramah dalam melayani pelanggan. Sementara itu, pembeli juga harus terbuka untuk berinteraksi dan menghargai upaya si penjual.
Dalam konteks yang lebih luas, diperlukan juga peningkatan kesadaran tentang pentingnya interaksi sosial dan dampak negatif dari ketergantungan pada gawai. Masyarakat harus disadarkan untuk mengurangi penggunaan gawai di tempat umum dan mendorong interaksi sosial langsung. (Untuk info lebih lanjut, lihat tulisan HOW)
Kesimpulannya; meskipun penggunaan gawai telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan modern, penting bagi kita untuk menemukan keseimbangan antara dunia digital dan interaksi sosial nyata. Dengan cara ini, kita bisa menuai manfaat dari teknologi, tanpa kehilangan nilai-nilai kemanusiaan yang penting dalam kehidupan sehari-hari.