AES625 Progres AES
Andy Sutioso
Sunday February 18 2024, 2:11 PM
AES625 Progres AES

Hari ini hari spesial untuk gerakan menulis bersama yang kita mulai bersama di Semi Palar, di dalam ruang penulisan bersama yang dinamakan Ririungan Semi Palar, melalui gerakan menulis Atomic Essay Smipa. 

Beberapa hari yang lalu, kak Ama menjadi penulis terakhir yang menerbitkan tulisan pertamanya di Ririungan, Pecah Telor istilahnya, sementara hari ini, @joefelus telah mencatatkan esainya yang ke seribu. Angka satu dengan tiga angka 0 di belakangnya. Empat digit yang menjadi terobosan bagi gerakan literasi di Semi Palar. Tulisan pak Joe ada di tautan ini : Seribu Petualangan Hidup.

ScreenShot_20240218145233.jpeg

13 Mei 2021, lima warga Semi Palar mulai gerakan menulis bersama ini. Lima orang itu adalah pak Joe, pak Ahkam, kak Leo, Rico dan saya sendiri. Hari ini jumlah penulis yang tercatat pernah berkontribusi di Ririungan adalah 87 penulis. Ada yang baru menulis satu, ada yang puluhan, beberapa sudah mencapai angka ratusan dan satu penulis hari ini sudah menginjak angka seribu tulisan. Dari catatan judul tulisan yang kami coba rekam melalui Google Sheets, angka yang tercatat sudah menunjukkan jumlah 4.765 esai. Saya yakin angka sudah melampaui angka 5.000 karena masih cukup banyak rekan-rekan penulis yang belum atau tidak secara konsisten mencatatkan judul esainya di sana. 

Mungkin ada yang bertanya, kok kak Andy sangat berpegang pada angka-angka atau jumlah yang dicapai? Ya karena bagi saya menggambarkan kemajuan (progres) yang bisa terukur. Menggambarkan bahwa gerakan Atomic Essay ini masih terus bergulir, sedikit demi sedikit. Esai saya yang ke 6 berjudul Kerennya Atomic Essay, waktu itu jumlah esai di Ririungan adalah 26 esai. Bagi saya itu juga istimewa. Sebuah kemajuan, sebuah pencapaian. Sekarang kita mencapai angka lima ribuan dengan ada penulis yang sudah bisa menulis setiap hari selama hampir 3 tahun tidak pernah dibayangkan sebelumnya. 

Sepertinya bagi beberapa penulis, Ririungan ini jadi ruang penulisan yang terus terbuka untuk menampung berbagai narasi yang ingin dibagikan di sana. Angka yang terus bertambah menggambarkan bahwa ruang penulisan ini adalah lahan yang bisa kita yakini baik untuk proses belajar bersama melalui ruang penulisan kolektif di Rumah Belajar Semi Palar. Saya juga yakin bahwa pak Joe juga menulis bukan untuk mengejar angka seribu - tapi karena rutin menulis menjadi sesuatu yang berharga dan bermakna buat diri sendiri.

Kalau masih ada yang bertanya seperti itu (tentang jumlah), lebih jauh saya mengundang teman-teman untuk mencermati tulisan-tulisan yang dituangkan di Ririungan. Jangan baca satu atau dua saja, bacalah sepuluh, seratus, dua ratus dan seterusnya. Konten yang tertuang di sana akan menggambarkan bahwa berbagai tulisan yang tersimpan di sanalah yang bisa menjelaskan apa sebetulnya AES ini. Saya mengistilahkannya dengan #narasikehidupan. Saya dengan yakin mengatakan begitu, dan mudah sekali menjelaskannya, karena begitu kita meluangkan waktu untuk membaca esai-esai yang dituliskan di sini - contohnya esai-esai Joe, teman-teman akan bisa merasakan bahwa kata-kata narasi kehidupan itu betul adanya. 

Joe berusaha untuk berbagi cerita dari hampir 3 tahun proses kehidupannya setiap hari. Saya sendiri tidak bisa menghitung berapa tulisan Joe yang saya baca dan lewat tulisan-tulisannya saya bisa lebih kenal Joe dan dinamika kehidupannya. Tidak jarang tulisan-tulisan yang dibagikannya menjadi insight dan wawasan bagi saya, menginspirasi dan memotivasi saya dalam kehidupan saya sehari-hari. 

Contoh yang juga mudah diambil adalah tulisan kak @sukarma yang pertama. Tulisannya berjudul Kapten. Di tengah keraguan dan kebingungannya menuliskan esai pertamanya, tulisan kak Ama menggambarkan kisahnya saat dipercaya menjadi seorang pemimpin - saat berkompetisi Rugby di tingkat Nasional. Kalau kita tidak membaca tulisan itu, kita tidak tahu pengalaman apa yang dialami kak Ama dan bagaimana perjuangannya bisa membawa hasil yang tidak diduga sebelumnya. Terima kasih kapten Ama untuk ceritanya. Bagi saya tulisan kak Ama adalah juga sebuah narasi kehidupan - yang bagi saya luar biasa berharga karena kita bisa membaca sepenggal proses kehidupan dari salah satu anggota keluarga kita di Rumah Belajar Semi Palar.

Disadari atau tidak, satu benang koneksi terjalin antara sang penulis dan pembacanya, karena para pembaca tentunya selangkah lebih dekat, lebih kenal dengan penulisnya. Saya jadi teringat kutipan di bawah ini, yang saya jadikan penutup tulisan ini. Semoga Ririungan dan Atomic Essay Smipa bisa terus jadi media yang terus menautkan koneksi kita satu sama lain dan suatu waktu bisa menautkan lebih banyak warga Semi Palar untuk berbagi dan saling belajar melalui narasi kehidupan yang dibagikan. Salam. 

da8ba996f8474d7bb2d21b0115163b577fcccbca.jpg

Photo by DS stories: https://www.pexels.com/photo/motivational-text-on-red-background-6005262/