AES97 Tanda Baca di Hari-Hari Ramai yang Sunyi
matheusaribowo
Wednesday June 10 2026, 3:52 PM
AES97 Tanda Baca di Hari-Hari Ramai yang Sunyi

Pada hari-hari ramai yang sunyi,

suara sudah memiliki mata

jalanan terbuka lebar begitu saja

gelap lebih menyilaukan dari cahaya

getar bisa lebih tenang dari debur dan debar ombak,

dan dermaga tidak pernah menjadi pilihan

.

Pada hari-hari ramai yang sunyi,

kata-kata tak lagi dilahirkan pikiran

ingatan hanya menyimpan satu, atau barangkali dua kata-kata yang tersisa

rintik hujan membasahi tanpa aroma petrikornya

mungkin bukan lagi bumi, tanah yang dipijak

sebab menjejak tak lagi menyisakan jejak

yang tertinggal hanya janggal

rasa-rasa asing yang dilahirkan tanpa nama

bimbang dan senang yang serupa...

.

Jika dituliskan, mungkin huruf-huruf tak lagi mengenal tanda baca

tanda tanya bertanya, di mana kalian temukan ketidaktahuan

koma menerka, mungkin akulah yang dianggap tak mampu mengakhiri

titik mengingkari, bukan, bukan aku asal dan alasan dari segala henti

sebab tanda hanyalah tanda,

sebab tanda baca hanya menyoal membaca,

lagipula banyak mata dan telinga tak lagi mendengar tanda-tanda

yang dibaca, yang percaya, bukan lagi tandanya

hanya prasangka, mengapa kalimat mesti diakhiri

hanya praduga, mengapa koma tak mendatangkan kalimat baru

hanya sesal, mengapa tanya lebih diizinkan untuk mengawali,

ketimbang mahir menjadi akhir. 

.

Begitulah kiranya, 

pada mula dan akhirnya, semua itu tanda

tidakkah segala pertanda hanya menuju pada ujung jalan sebelum memulai kembali,

tanya dengan jawabnya;

koma membawa anak kalimatnya;

titik beserta awal kalimat barunya.