AES013- Yang Tak Terucap
Farzan
Wednesday September 4 2024, 10:57 AM

Hidup ini cepat.

Tentu saja, ini merupakan persepsi relatif. Tapi waktu kita hidup terbatas, dan dari keterbatasan itu lahir urgensi. Dari urgensi, lahir ketergesaan.

Hidup ini ramai.

Sejak kita lahir, kita dibombardir berbagai sinyal-sinyal riuh. Cahaya dan suara. Tangis dan tawa. Kata yang berkesinambungan, menguntaikan maksud dan menyiratkan makna.

Hidup ini cepat. Hidup ini ramai. Hidup ini meriah, bagai kereta hiburan yang melesat cepat, selalu naik dan turun.

Tapi, hidup ini juga sepi. Di balik setiap kemenangan atau kekalahan spektakuler, ada istirahat yang sunyi. Di balik setiap seruan, ada malam-malam saat tiada kata yang dituturkan.

Jadi, mana yang lebih penting? Suara atau sunyi? Kata atau yang tak terucap?

Karena barangkali, lebih banyak makna yang tersirat di hening tanpa kata itu. 

You May Also Like