AES 310 Vegged Out
joefelus
Tuesday March 29 2022, 2:11 AM
AES 310 Vegged Out

Pagi ini ada sedikit huru-hara, walau sebetulnya rencana sudah dibuat lumayan matang karena menyangkut jadwal Nina dan saya.

Jadi begini, hari ini adalah hari terakhir saya untuk menjalani Transformation Challenge di Gym tempat saya mendaftarkan diri. Ini program 8 minggu. Hari terakhir ini saya harus weight in, yaitu menimbang berat badan serta memasukkan data ukuran entah apa saja yang dilakukan sebelum program dimulai dan sesudah program selesai. Nah, hari ini program selesai. Saya sudah mencatatkan diri untuk melakukan ini pukul 9:45 pagi. lalu saya harus kembali lagi pukul 12 siang untuk olahraga selama 90 menit.

Karena letaknya lumayan jauh dari rumah, dan diantara 2 waktu kegiatan yang harus saya lakukan Nina perlu diantar ke perpustakaan untuk bekerja hingga sore hari. Jadi kami memutuskan untuk berangkat bersama-sama. Nina akan menunggu di kendaraan ketika saya menimbang badan, lalu sambil menunggu waktu Nina ke perpustakaan dan saya kembali ke gym, kami akan duduk di kedai kopi sambil mengerjakan beberapa hal.

Semua berjalan lancar, kami memperoleh sebuah meja di kedai kopi untuk bekerja. Kopi sudah dipesan dan kami juga akan berbagi sebuah roti lapis untuk sarapan. Saya baru sadar bahwa HP saya tidak ada sehingga kemudian bergegas ke tempat parkir kendaraan untuk mencari. Tidak ada! HP saya lenyap.

"You are very careless!" Kata Nina dengan wajah tidak senang. Saat itu saya tidak membutuhkan komentar yang menuduh walau memang saya kayak mendapat sebutan ini. Yang saya perlukan adalah berpikir di mana saya meninggalkan telepon itu. Lalu saya ingat bahwa ketika akan ditimbang, saya meletakkan telepon di meja front desk di Gym. Saya pinjam telepon Nina dan segera menelepon front desk. Beres! telepon diketemukan dan saya bisa bernapas dengan lega. Dan mulai menulis di laptop yang memang sudah saya siapkan.

Kedai ini menyajikan kopi yang sangat enak. Saya memesan big white whale, ini kopi espresso dengan white chocolate dan sirup hazelnut. Karena saya mengurangi konsumsi susu, saya memilih almond milk. Menulis sambil menikmati kopi itu memang kombinasi yang sangat luar biasa.

Karena kami belum menyentuh makanan sama sekali sejak pagi, kami memilih berbagi roti lapis, namanya vegged out sandwich yaitu 2 lembar roti sourdough yang dipanggang, lalu diberi hummus, potongan tomat dan potongan alpukat, lalu diberi brocolli sprout, irisan acar bawang merah dan balsamic vinegar. Ini adalah roti lapis yang paling enak di dunia!

Roti sourdough yang tipis dan renyah karena dipanggang terlebih dahulu menjadi landasan yang sangat sempurna, tidak terlalu banyak kabohidratnya jika dibandingan dengan bagels yang tebal dan besar. Gigitan pertama langsung menawarkan rasa gurih dari hummus yang tyerbuiat dari chickpea atau garbanzo beans yang sudah dicampur dengan tahini, yaitu pasta yang dibuat dari biji wijen yang sudah dipanggang, lalu dicampur dengan bawang putih, minyak jaitun dan garam. Aroma bawang putih dan rasa sedikit pedasnya langsung menyebar di dalam rongga mulut mengawali sarapan saya, kemudian titik-titik perasa di lida disungguhkan dengan rasa alpukat yang creamy, rasa asam dan segar dari tomat, manis dan asam dari acar bawang. Ini betul-betul kombinasi yang sangat lengkap. Lalu ada sensasi kerenyahan dari tunas brokoli (broccoli microgreens)yang memberikan keharuman yang lain. Ada sedikit rasa pedas, nuttiness (maaf bahasa Indonesianya sulit ini) dan aroma "rerumputan". Duh ini sangat luar biasa! Terakhir, semua keindahan itu ditutup dengan aroma dan rasa dari balsamic vinegar. Ini cuka balsamic yang berwarna coklat gelap yang rasanya agak manis dan masam dengan aroma yang sangat khas. Balsamic venegar itu rasa dan keharumannya sangat kompleks, ada rasa manis dan segar dari buah cherry, prunes, dan buah figs lalu ada rasa manis yang juga unik dari mollases. Percaya atau tidak, ini roti lapis tanpa protein hewani yang memuaskan semua indra perasa. Rasa manis, asam, asin, ada sedikit sensasi rasa pahit dan umami. Umami (mungkin paling dekat diterjemahkan menjadi rasa gurih) jaman sekarang dipercaya sebagai rasa yang kelima. Lalu ada pedas. Pedas tidak termasuk salah satu rasa, pedas itu adalah salah satu bentuk pain atau rasa sakit bukan rasa dalam pengertian cita rasa makanan!

Kalau memandang penampilan roti lapis itu sama sekali tidak istimewa. Apa sih menariknya roti yang diberi pasta berwarna pucat lalu ditumpuk dengan irisan buah alpukat, tomat dan semacam benih tanaman, irisan bawang merah dan diperciki dengan cairan berwarna coklat pekat kehitam-hitaman? Betul tidak? Tapi percayalah, begitu digigit, semua cita rasa bermain dengan sangat harmonis di dalam mulut, setiap kunyahan menghasilkan letupan-letupan rasa yang sangat unik, kaya dan bagaikan musik yang diciptakan dari berbagai alat musik dengan harmoni yang sangat sempurna.

Mungkin suatu saat nanti saya akan mencoba meniru membuat komposisi makanan ini, sekali lagi kesederhanaan dalam penampilan dan pilihan bahan tidak selalu berarti sederhana dalam rasa! Ini pelajaran yang saya terima hari ini dan akan selalu saya ingat. Mungkin ini bisa diibaratkan padanan dari judul esainya @kak-andy, Less Is More, tapi ini dalam bentuk makanan hahaha..