Sulitnya menjalin hubungan…
Hubungan apa? Hubungan siapa? Hubungan kamu sama aku?
Atau, ikatan cinta… Kaya sinetron aja!! (Kok sinetron ini bisa viral banget ya… Sampai ada yang jualan perhiasan yang dipakai pemain sinetron ikatan cinta… Laku, lagi!!!)
Bukan…
Hubungan yang saya maksud, bukan cinta-cintaan ala anak muda jaman now…
Tapi boleh lah, kita analogikan… Biar mudah diresapi...
Pertama mendengar "Pendidikan Holistik", reaksi saya, "Apaan sih…."
Karena pengen tau, kenalan doong… Ya mirip-mirip kalo kamu ‘pdkt’ sama orang yang kamu suka… Prikitiww!!
Cari-cari… Baca-baca referensi… Ditambah dapat kesempatan ‘nyemplung’ langsung di sekolah yang landasannya Pendidikan Holistik… Lho… Lho… Kok saya jatuh cinta pada pandangan pertama…
Gimana sih rasanya jatuh cinta,, berbunga-bunga… Semua begitu indah,, dunia hanya milik berdua…
Kenyataan tak seindah khayalan, kawan!! Menjalin hubungan itu… Sulit!
Kosakatanya ganti ah… "keterkaitan" (biar lebih berbobot).
Pendidikan Holistik bukan sekedar konsep keren yang viral di komunitasnya… Holistic Education is educated the whole person. Pendidikan Holistik membantu peserta didik menemukan versi terbaik dari dirinya, hal ini juga berlaku untuk manusia lain yang ada dalam lingkup Pendidikan Holistik itu. Adapun tujuan mulia dari Pendidikan Holistik adalah menciptakan manusia yang utuh dan menciptakan manusia pembelajar.
Ternyata,,,, Tak sedangkal sebuah konsep belaka, kawan!! Dalam Pendidikan Holistik, semua saling terkait, itulah cara supaya kita bisa melihat peserta didik secara utuh.
Pertemuan siang yang singkat bersama Ka Lyn, memberi saya secercah ilmu baru. Bagai cahaya yang masuk melalui lubang kecil di sebuah kamar yang suram. (ga berlebihan kan hiperbolanya?) Hehe…
Mau tau kelanjutan ceritanya? Baca di edisi berikutnya ya…