AES53 Eksplorasi Wastra
finsjournal
Monday October 25 2021, 3:40 PM

Temu Kakak kedua kalinya dilaksanakan di sekolah, kali ini Kelompok Gatrik bersenang-senang dengan tema kain nusantara. Sebagai tiket masuk temu kakak, siswa diminta untuk membawa sehelai kain/selendang.

Sebagai awalan, kami mendengarkan setiap siswa menceritakan kain yang dibawanya. Ada yang membawa kain tradisional keluarga, seperti kain ulos, kain endek, maupun kain batik. Sebelum pertemuan tatap muka, siswa sudah melakukan diskusi dengan orangtua mereka terkait kain tradisional warisan budaya keluarga yang turun temurun melalui pengerjaan LKS. Selain itu, Kakak juga sudah memberikan sebuah artikel sebagai bahan referensi terkait olahan tema kain nusantara ini.

Kain tradisional yang sarat akan makna budaya nusantara, dikenal dengan istilah "wastra". Berkaitan dengan olaha topik di kelas yang Sederhana, Kontekstual,dan Mendalam maka kelompok Gatrik memfokuskan pada salah satu bentuk budaya yaitu kain tradisional yang dekat dengan mereka, yaitu kain warisan keluarga. Siswa mencoba mencari asal-usul suku bangsa dan budaya keluarga melalui kegiatan mengobrol dengan keluarga, serta mewawancarai orangtua terkait budaya keluarga.

Namun, saat temu kakak di sekolah, siswa disarankan membawa kain/selendang biasa saja karena akan dipakai untuk bermain dan bersenang-senang.

Setelah semua bercerita tentang kain yang dibawanya, kegiatan dilanjutkan dengan bermain menggunakan kain dan bola di bawah pohon tabebuya. Permainan dilakukan secara berpasangan, melempar dan menangkap bola menggunakan sehelai kain yang dipegang bersama. Kegiatan ini banyak sekali manfaatnya, dan kami bersama-sama saling berbagi gagasan usai permainan sebagai bagian dari refleksi. Menurut teman-teman Gatrik, permainan kain dan bola ini dapat melatih komunikasi, keseimbangan tubuh, kesabaran, fokus, dan strategi. Menarik sekali, dan tentunya sangat asik dilakukan bersama-sama teman dan Kakak.

20211019_113730.jpg

Sesi berikutnya, teman-teman Gatrik diberikan tantangan untuk menciptakan gerakan dari lagu daerah yang sudah dipilihkan. Ada dua pilhan lagu yaitu, "Tokecang" dan "Yamko Rambe Yamko". Tantangannya adalah secara berkelompok, siswa harus berdiskusi menciptakan gerakan tari untuk nanti ditampilkan di akhir sesi pertemuan.

Senang sekali melihat mereka asik berdiskusi dan berlatih menciptakan gerak tari menggunakan kain. Lebih seru lagi ketika dalam waktu 10 menit yang diberikan, teman-teman Gatrik mampu menciptakan gerakan tari mulai dari gerakan sederhana hingga gerakan kompleks dengan kombinasi posisi penari.

Seperti biasa, di setiap akhir sesi kami saling berbagi perasaan sebagai refleksi. Tanggapan mereka "seru" atau "Kak, tambah waktunya dong!" (^.^)

Menurut mereka, waktu pertemuan 2 minggu sekali yang hanya 2 jam saja, masih dirasa kurang. 

innocentiaine
@innocentiaine   5 years ago
Asik niih 😀 yang sabar ya buat teman2 gatrik.. meski baru bisa sebentar saja, tetap disyukuri dan diikuti sungguh2 ya supaya lebih berkesan.. ✌🏼
You May Also Like