AES008 Let That Sink In
firdabilqis
Thursday November 27 2025, 2:29 PM
AES008 Let That Sink In

Sepuluh hari sejak tulisan terakhir saya di AES, cukup banyakkkk hal yang terjadi silih berganti. Di November ini rasanya memang sangat packed buat saya yang melewati hal-hal di bawah ini:


  • Menjadi panitia FestLit, menghadiri POT
  • Mengurus persiapan resign dari kantor
  • Asthma Saka kambuh, lalu disusul adiknya yang terbatuk-batuk
  • Berpulangnya Uyut Mamih di usianya ke 101 tahun (neneknya Ibu --- satu-satunya orang yang paling 'tua' yang tersisa di hidup saya)
  • Reunian bersama teman kantor lama yang super intimate sambil nginep di Villa
  • Bertemu dan perpisahan dengan paman yang akan pergi Umrah
  • Bolak-balik RS mengurus Kian yang sedang mengejar berat badan
  • Membantu Bangkit hosting gathering acara kantornya selama 3 hari
  • Dan menghadapi dua anak yang tertular flu singapore.

Semua peristiwa di atas terjadi sangat cepat, namun rasanya berlalu begitu saja, tanpa sempat saya proses satu-persatu. Hingga saya bahkan tidak sempat mengenang kepergian Ayah saya lima tahun lalu tepat di 13 November ini. Meski bukan kebiasaan, bahkan tidak ada ritual khusus, dan lagi Ayah saya pasti senang anaknya tidak lagi terlarut dalam kubangan duka cita, tapi rasanya November tahun ini saya tidak lagi tenggelam dalam ingatan tentang kepergiannya, rasa kehilangannya, dan penyesalan-penyesalannya.

Lima tahun bergulat dengan 'what ifs' dan berbagai skenario supaya saya punya kesempatan melihat almarhum sebelum kepergiannya, menyesali ajakan-ajakan jumpa yang saya tolak dengan alasan saya tidak mau dan takut tertular COVID dan menularkan pada Saka. Rasanya tahun ini, kerelaan dan penerimaan saya sudah lebih besar dari duka cita kelam yang selama ini saya bawa-bawa. Tidak mengecil atau berkurang, tapi mungkin hati saya lebih luas, menerima bahwa grief itu selamanya akan tetap ada, tapi bukan lagi menjadi beban, melainkan sebuah pengalaman.

Di bulan ini juga saya akhirnya menelan pil pahit untuk pergi ke dokter anak mengurus Kian yang makin hari makin perlu pendampingan terutama soal makannya. Menelan segala kemungkinan terburuk, menghadapi kenyataan bahwa mungkin saya akan mengutuk diri sendiri sebagai ibu yang gagal, beserta segala konsekuensi dan kemungkinan yang ada. Pada akhirnya saya mencoba menghadapi itu semua, entah apa hasilnya, entah benar atau tidak, terlambat atau tidak, saya coba masuk ke ketakutan-ketakutan itu. 

Tepat hari ini juga saya baru saja mengikuti Ngobras #4, lanjutan dari Ngobras #3 minggu lalu. Menambah dinamika dua puluh lima hari di bulan November ini. Entah kenapa saya sadari bahwa ini terasa seperti sedang mengikuti percepatan, cukup berat, dan 'penuh'. Saya seperti sedang diisi banyak hal untuk mempersiapkan sesuatu. Tidak dalam tone negatif atau mengeluh, rasanya buat saya ini sesuatu yang baik dan bermanfaat. It's a good problem tho.

Namun satu hal, rasanya saya perlu mengendapkan itu semua, meresapi, beberapa mungkin perlu 'dibawa tidur' untuk kemudian diurai satu-persatu. Setelah banyaknya hal yang saya lewati ini, saya sadar bahwa saya juga perlu 'menyalurkan' energi-energi dan keriuhan dalam pikiran ini. Itulah mengapa saya di sini saat ini, memutar ulang semuanya melalui tulisan ini. Harapannya agar semua peristiwa tersebut tidak berlalu begitu saja, namun juga bisa dimaknai. Tidak terburu-buru, tidak ingin terburu-buru. Saat ini, mungkin saya hanya perlu berjeda, and let all of that sink in.