Posted by Fifin Agustini S on June 2, 2021 at 11:28am
Fotonya gemeeesh yaaa…
Foto itu berawal dari 'ketidaksengajaan', saat menggunting rambut anak saya yang ke-2, sebut saja dia baby D. Rambut D itu tipis banget, dan entah gimana ceritanya ujung rambutnya jadi kusut (kaya rambut ketempelan permen karet). Ga cuma satu, tapi ada beberapa titik yang kusut. Saya inisiatif gunting dong… Eh… jadi keterusan iseng gunting rambut D kaya kapster ala-ala, berbahan gunting rambut dan sisir bayi.
Singkat cerita, rambut baby D jadi pitak dimana-mana (^o^)
Bermodal rasa bersalah dan nekat, saya memberanikan diri untuk botakin rambut D pake alat cukur tukang cukur profesional.
Eeyyyaaaa… Begitu ON, tangan saya langsung gemeteran… Duh, gimana nih… Hajar aja bosque!!
Sedikit demi sedikit saya mulai mencukur rambut baby D, mulai dari depan, samping kanan, samping kiri, dan belakang. Untung ni bayi anteng, bobo pulas, jadi kepalanya bisa dibulak-balik sama emaknya. ^_^ Sampai akhirnya tahap finishing, menghaluskan. Walaupun ga rata, tapi lumayan lah buat kapster ala-ala modal nekat… Dalam hati saya berkata, selameeeeettt (sambil menghela nafas).
Bicara tentang 'nekat' ya kayaknya itu modal utama, untuk menjalankan peran sebagai "Ibu". Kalau kalian tanya, apa saya siap jadi Ibu? Jawabannya tentu tidak!! Padahal anak udah dua… (^^♪
Mungkin, Ibu-ibu yang anaknya sudah kuliah juga, kalau ditanya, mereka pasti akan jawab belum siap. Kenapa bisa gitu?
Karena ga ada patokan khusus gimana caranya, gimana seharusnya jadi "Ibu". Yang ada, cuma pendapat, pengalaman, dan cerita orang…
Sama halnya dengan menjadi "Guru"...
Dulu saya berpikir kalau Guru itu harus lulusan kependidikan, karena dia diajarin gimana caranya jadi Guru, gimana caranya ngajar.
Ternyata tidak seperti itu sih, kawan!! Saya mengajar di beberapa tempat dan jenjang yang berbeda, tidak pernah ada yang ngajarin atau panduan harus gimana… Job desc iya tentu ada… Background pendidikan kamu, apapun bisa ngajar kok… Selama kamu punya passion dan 'cocok'.
Di awal banget ngajar, saya juga bingung harus gimana. Hal pertama yang dilakukan tentu baca-baca dan mempelajari tentang sekolahnya, visi misi, kurikulum, dll sambil mengamati karakter rekan kerja, karakter orangtua murid, karakter anak-anak. Observasi bagaimana guru lain mengajar kelasnya, cara handle anak, dan mempelajari alur keseharian serta administrasi kelas dan sekolah tersebut. Seiring waktu, jiwa dan raga kita akan ada di tempat tersebut, mengalir, dan energi kita akan satu frekuensi dengan energi lingkungannya. Saya menyebutnya dengan istilah “body click”.
Yang saya rasakan sekarang, menjadi Ibu ya sama seperti menjadi Guru dan sebaliknya, menjadi Guru sama seperti menjadi Ibu.
Siap?
Tentu tidak!!
Jadi, gimana dong?
Ya, buat persiapan aja, apa yang kamu butuhkan untuk bisa rileks!!
Itu saja tips dari saya… Semoga bisa membantu walaupun sedikit… Hahahahha…
Persiapan jadi Ibu dan persiapan jadi Guru.
Semangat!!! Semua pasti bisa!!!
Salam,