AES 0019 Oh begini..
Flavius
Thursday May 2 2024, 12:22 PM

Note. AES ini mestinya nyeritain tentang rasa penasaran dan pertanyaan pertanyaanku mengenai Sumba tapi aku banyak nyeritain juga tentang sesi hari ini dan pemikiranku terhadap semangat, rasa ingin tahu, AES, tulisan, dan hal lainnya.

Sesi AES kami hari ini bersama Kak Andy membuat aku banyak sadar akan apa sih kunci yang harus kami bawa pada Ekspedisi Tana Humba dan apa sih arti dari semangat itu. Rasa penasaran dan rasa ingin tahu adalah jawabannya. Sebenernya aku banyak sekali pertanyaan pertanyaan aneh yang ngak aku keluarin pada sesi hari ini karena terasa tidak relate. Susah rasanya mengeluarkan pendapat tanpa menyaringnya dengan panjang lebar dan mungkin karena aku orangnya terlalu banyak mikir. Contohnya aku hari ini mengeluarkan pertanyaan bagaimana cara orang orang Sumba berpikir? Pertanyaan tersebut aku simpulkan dari banyak sekali pertanyaan pertanyaan lainnya seperti adat diatas agama, kesopan santunan mereka, cara mereka memaafkan orang lain, ego mereka, prioritas tamu dibandingkan anak/keluarga dan masih banyak lainnya. Yang aku rasa sih baiknya dikeluarin aja karena gak ada pertanyaan yang salah dan sesi hari ini jadi salah satu evaluasi. Sekolah dan keformalitasan juga jadi faktor utama sih karena rasanya berbeda saat ngobrol santai bareng temen Papi yang pernah ke Tambolaka dan ngobrol bersama Pak Agus, mungkin karena temennya papi Ramah dan asik juga ya. Waktu aku ngobrol nyantai aku bisa mengutarakan pertanyaan dan pengetahuan ku tanpa aku pikir dua kali sehingga obrolannya jadi dalam dan seru banget. Rasa keterikatan dalam obrolan itu dibangunnya cepat sekali kalo format obrolannya nyantai dan bisa dibilang kasarnya "sambil ngopi lah". Menurutku keren banget sih bisa ngobrol dengan orang sampai orang yang diajak ngobrolnya bisa tertarik dan nyaman dengan obrolannya, mikir lagi hal itu mau aku buat menjadi salah satu misi untuk membangun skill tersebut di Sumba nanti.

Balik ke topik pertanyaan yang ingin aku ingin cari tahu di Sumba, selain cara pikir aku juga sebenernya penasaran sama budaya adat mereka. Pengen sekali rasanya liat dan nyoba makanan dan minuman khas disana seperti sari pinah, racikan babi dan ayam disana dan asal usul mereka. Aku rasa dari makanan dan minuman itu aku bisa banyak tahu juga dengan cara pikir mereka karena hal tersebut banyak nyambungnya. Selain makanan khas dan adat aku juga mau nyari tahu lebih banyak lifestyle mereka disana terutama keluarga keluarga yang kekurangan gizi, karena dari yang aku tahu mereka makannya lebih sering Indomie dicampur nasi karena 1 bungkus bisa dibagi ke banyak orang, lebih hemat dibandingkan telur yang 1 orang dapat 1. Tapi kenapa tidak makan sayur sayuran dan lauk pauk lainnya ya? Apakah lebih murah dan praktis?
Selain makanan dan pangan aku juga ingin tahu mengenai ego mereka yang katanya suka memberi sesuatu tapi ngak ikhlas sehingga mereka keliatan baik, tapi nantinya bisa jadi masalah karena pemberiannya tidak ikhlas. Kenapa mereka memberikan suatu barang kalau tidak ikhlas? Dan gimana cara kita menghindari hal hal seperti itu? Tapi nanti kalau diberi hidangan makanan ditolak malah tidak sopan dan sakit hati. Bijak dalam memilih di Bandung dan di Sumba berbeda sepertinya, rasanya pemikiranku mengenai oportunis akan terubah kalau pergi ke Sumba.
Selain itu juga salah satu yang ingin aku cari tahu adalah rasa inisiatif mereka, karena kedengarannya banyak potensi yang dapat digarap seperti pertanian dan turisme. Dibawah payung keinisiatifan banyak sebenerannya pertanyaan lanjutan ku tapi nampaknya dalam sekali topiknya jadi semoga akan ku obrolin lagi di AES nanti di masa depan.
Aku juga tahu bahwa ada banyak pendatang Sumba dari luar salah satunya teman Papi yang sudah banyak aku cerita. Salah satu alasan mereka ke Sumba adalah ingin eksplorasi dan tertarik oleh Sumba karena tempatnya yang padang dan ada pantai serta bukit bukit tanpa harus berkendara jauh. Katanya banyak loh pendatang lainnya dan hal tersebut membuat mereka dilihat superior oleh orang lokal, kenapa bisa begitu? Karena punya uang dan orang Sumba hormat kepada uang. Terdengar kacau tapi memang aku masih kurang percaya sih dan ingin aku cari tahu.
Aku rasa banyak sekali hal hal yang akan membuatku penasaran disana dan akan aku gali sampai rasa penasaranku bisa hilang. Aku harap hasil "riset" ku bisa aku bawa dan aku maknai sehingga membuka wawasanku lebih luas lagi terhadap dunia ini.

Setelah nulis pemikiran ku diatas, aku juga jadi sadar pentingnya AES dan menulis. Ternyata aku bisa mengeluarkan "uneg uneg" ku mengenai semua hal loh. Rasanya senang sih dan lega bisa ngeluarin dan memberi tahu keingintahuan ku mengenai Sumba serta pemikiranku yang lainnya. Walaupun kalo dipikir pikir malu juga tulisan ini bakal dibaca sama teman teman dan kakak kakak yang lain, haha.... Yang penting tidak aku pikirin terus, nanti juga lupa.

Andy Sutioso
@kak-andy   2 years ago
Keren banget Flavi tulisannya. Buat kak Andy ini salah satu tulisan keren dari kamu dan kamu juga bisa menangkap banyak hal dari proses persiapan ke Sumba. Terima kasih banyak. Ditunggu tulisan-tulisan selanjutnya. 😊🙏
Colek @reginamirdan @leoamurist