Hari ini sepertinya saya tidak akan mampu menulis banyak. Kemarin saya mendapat booster Covid yang ke-3. Biasanya saya jatuh sakit selama satu atau 2 hari, tapi sebelum ini saya mendapat Moderna, kali ini untuk pertama kalinya saya memperoleh Pfizer. Malam hari saya merasa biasa saja, hanya agak pusing-pusing, tapi tidak mengganggu aktifitas. Saya masuk kerja seperti biasa, pagi tidak ada gejala apapun. Baru siang tubuh mulai agak hangat, letih serta kepala masing pening. Yang paling terasa adalah keletihan, untungnya semua pekerjaan sudah saya selesaikan. Tinggal menulis esai yang masih ingin saya paksakan untuk diselesaikan walau belum punya ide atau pikiran apapun.
Pagi ini saya bangun jauh lebih awal karena berencana akan pergi ke kantor lebih pagi. Karena cuaca sangat dingin, saya tidak tega membiarkan Kano berangkat kerja jalan kaki karena Nina tidak akan bisa mengantar sebab dia masih ada di kolam renang. Saya menawarkan diri untuk mengantar Kano dengan catatan saya harus berangkat lebih pagi dan menyelesaikan pekerjaan utama sebelum mengambil waktu untuk mengantar Kano ke tempat kerjanya. Itu alasan kenapa saya harus bangun lebih pagi.
Sepagi-paginya bangun disini tidak seperti ketika dulu di Bandung. Dulu saya harus bangun pukul 4 pagi lalu menyiapkan makanan untuk sarapan dan bekal, mandi dan membangunkan pasukan karena kami sudah harus meninggalkan rumah sebelum pukul 5:30 agar tidak terjebak macet. Jadi tidak heran pukul 6 pagi kami sudah nongkrong di depan sekolah karena selalu berangkat ketika jalanan belum terlalu macet. Nah di sini bangun sebelum pukul 6 sudah dianggap sangat pagi! Hahaha...
Begitu bangun saya langsung mandi dan berganti pakaian untuk ke kantor lalu mulai membuat kopi untuk saya bawa bekerja. Memasak air dan menyiapkan kopi di coffee press, sambil menunggu air mendidih saya duduk membaca berita. Sepertinya diluar hujan karena saya mendengar bunyi air di talang mengalir dan memberikan bunyi yang khas. Ketika saya mengintip lewat tirai, saya terkejut, ternyata diluar turun salju dengan deras! Tadinya saya pikir tidak akan terjadi karena probabilitasnya dibawah 60 persen. Salju yang turun begitu deras dan besar-besar berterbangan hampir tegak lurus langsung ke tanah. Ini artinya kandungan air di salju sangat tinggi sehingga berat, apalagi besarnya lumayan hingga sekitar 3 cm diameternya. Sampai dipermukaan tanah langsung meleleh karena permuakaan tanah masih terlalu hangat, kecuali di atas rumput yang semuanya mulai tertutup warna putih. Ini adalah salju pertama musim ini. Dulu biasanya di awal Oktober bahkan 2 tahun lalu akhir September masih di musim panas sudah ada salju. Tahun ini sepertinya sangat terlambat. Tapi tidak apa, salju terlambat artinya saya bisa puas dengan warna warni musim gugur.
Itu kegiatan saya sejak pagi. Tidak sabar untuk pulang dan beristirahat. Sebetulnya saya punya jatah sakit hampir 170 jam. Tapi saya bukan orang yang mudah menyerah lalu seenaknya menggunakan jatah sakit walau tidak sakit. Jadi ya saya terus berusaha bertahan. So far so good 