AES011 - Realisasi Kehidupan Sosial dalam Pembelajaran
frisma
Friday April 26 2024, 7:57 AM
AES011 - Realisasi Kehidupan Sosial dalam Pembelajaran

Senin, 22 April adalah hari dilanjutkannya prosesi magang dengan sesi yang berbeda. Ditempatkan di kelas SD besar, yaitu SD 5 sebagai salah satu kelas yang ku singgahi saat prosesi observasi harian. Mendapat kesempatan lebih dekat dengan anak-anak untuk dikenali dan dibersamai secara utuh. Momen di hari pertama yang sangat diingat dan menyenangkan adalah kegiatan berbelanja ke pasar menemani anak-anak SD 5 untuk memastikan semua bahan makanan untuk berkemah di hari Rabu hingga Kamis terpenuhi dengan baik.

Diawali dengan berjalan kaki untuk mencapai jalan raya tempat dimana angkutan umum berada, lalu menggunakan angkutan umum untuk menjangkau pasar yang dituju, yaitu pasar Sarijadi. Di sana, anak-anak telah diinstruksikan untuk dapat berpencar sesuai dengan peran dan kelompoknya untuk berbelanja berbagai bahan-bahan makanan. Lihai sekali anak-anak menangkap berbagai hal yang ada di pasar dan dengan sigapnya mereka langsung mencari berbagai hal yang akan mereka beli. Tawar-menawar, transaksi menggunakan mata uang, menghitung selisih belanja, menghitung volume bahan makanan yang akan dimasukkan ke dalam wadah-wadah yang mereka bawa agar tidak menggunakan plastik (dan tentunya tidak menambah kerusakan bumi ini dengan penggunaan plastik sekali pakai, serta koordinasi dengan teman kelompok untuk memastikan bahwa uang yang diberikan cukup untuk berbelanja seluruh kebutuhan bahan makanan.

Di pekan magang sesi 1, ku membuat program simulasi berbelanja menggunakan nilai uang saat lawang ameng di SD 3. Ternyata, pekan ini berjodoh untuk melihat langsung realisasi berbelanja di pasar sebagai salah satu kegiatan ekonomi yang ada di sd 5. Senang rasanya karena melihat anak-anak begitu banyak menerapkan nilai-nilai yang menunjang mereka sebagai manusia sosial dan manusia ekonomi. Realisasi nilai koordinasi, numerasi, nalar, kelihaian bersosialisasi, menghargai alam sebagai apa dan berbagai hasilnya yang dibutuhkan manusia, kesadaran akan kebutuhan, dan yang lainnya. 

Salah satu yang membuat senang membersamai anak-anak Bengawan Solo ini adalah keceriaan dan kehebohan mereka dalam bersosialisasi. Di dalam angkutan umum, Jojo sebagai anak yang duduk di sebelah supir menggobrol banyak dengan Pak Supir mengkritisi keadaan Lembang karena kebetulan Jojo dan Pak supir ternyata rumahnya berdekatan di sekitar Lembang. Pak supir sempaty berkata mengenai kecerdasan Jojo sebagai anak yang aktif dan pintar bersosialisasi sebagai anak-anak yang baru berusia 11 tahun. Lalu, anak-anak lainnya dengan antusias menyapa para pengguna jalan lain di dalam angkutan umum dan bersorak-sorai jika ada yang memberikan reaksi timbal baliknya. Menjadi salah satu hal yang terlihat mengenai bagaimana anak-anak melihat dunia dengan sangat antusias dan terbuka sebagai bagian dai kehidupan sosial.

You May Also Like