AES 613 Tantangan & Percaya Diri
joefelus
Thursday January 26 2023, 2:09 AM
AES 613 Tantangan & Percaya Diri

Sejak kemarin saya berusaha berkontemplasi, refleksi dan melakukan si si si lainnya, tapi hingga sekarang saya tidak berhasil menghasilkan apa-apa yang layak ditulis. Sudah lama saya tidak mengalami seperti ini, setidak-tidaknya sejak sebelum liburan musim dingin, saya lancar-lancar saja menulis walau banyak sekali diantaranya hanya bercerita pengalaman sehari-hari. Kali ini saya buntu dan tidak tahu harus menulis apa.

Yang bisa saya lakukan ketika mengalami writer's block, ya nulis saja yang ada di kepala, dan membiarkan pikiran yang sama sekali tidak terpola dan terangkai dengan jelas mengalir begitu saja tanpa tahu akan kemana. Selama ini selalu berhasil dan akhirnya jadi sebuah tulisan.

Hari ini sepulang berenang pagi hari saya mengantar Kano ke tempat kerja yang baru. Hari ini adalah hari pertama Kano bekerja untuk Universitas. Saya bisa lihat dia sedikit agak nervous karena dia tidak mengenal siapa-siapa kecuali beberapa orang yang saya tahu namun pada saat dia mulai kerja, mereka tidak berada di tempat. Saya agak "tegaan" dengan membiarkan dia masuk sendirian tanpa mendampinginya hahaha..

Saya ingin dia belajar dari pengalaman-pengalaman kecil untuk bisa menghadapi situasi baru, orang-orang baru dan masa transisi. Dengan demikian saya pikir dia akan memperoleh kepercayaan diri yang lebih kuat.

Tantangan baru cenderung mengirimkan pesan yang sangat gencar ke otak agar kita menjadi khawatir dan takut. Itu merupakan hal yang wajar karena tantangan baru, by definition, ada di luar comfort zone karena jika tidak, itu bukan merupakan tantangan lagi. Ketika kita tidak mempunyai pengalaman serupa sebelumnya, maka otak kita secara otomatis membentuk semacam survival mode sebagai bentuk antisipasi akan sesuatu yang akan kita hadapi, sebab jika tidak begitu kita akan mengalami semacam freeze mode, seperti seekor tikus yang terpaku membeku tidak mampu bergerak ketika kita menyorotkan lampu senter. Pada intinya, kita sulit merasa percaya diri akan sesuatu yang belum terjadi, atau sesuatu yang belum kita lakukan, apalagi jika sebelumnya kita tidak mempunyai pengalaman semacam itu. Nah dengan alasan itu saya membiarkan Kano menghadapi situasi yang "seru" ini sendirian. Saya tidak mau menjadi semacam tameng dia untuk bersembunyi dalam menghadapi tantangan.

Bukan suatu hal yang mudah bagi orang tua untuk menjadi tega membiarkan anaknya menghadapi tantangan sendirian. Orang tua punya kecenderungan yang sangat tinggi untuk melindungi anaknya. Banyak diantara kita yang begitu sibuk menjaga ketika anak pertama kali mulai belajar berjalan atau ketika pertama kali masuk sekolah. Oh, saya mengalami itu semua dan menjadi pengalaman-pengalaman yang tidak mudah terlupakan dan terus terpatri sebagai masa-masa yang sangat spesial. Nah hari ini saya punya pengalaman baru mengantar Kano ke tempat kerja yang baru. Saya tidak melakukan itu ketika dia pertama kali bekerja di Good Times Burgers & Frozen Custard. Ibunya yang melakukan itu, sekarang kebetulan giliran saya.

Salah satu hal yang lain yang bisa saya lakukan adalah dengan memberikan semacam "kekuatan" pada dirinya. Kebetulan saya mengenal tempat kerjanya yang baru, saya kenal dengan orang-orang yang bertanggung jawab di sana bahkan general managernya adalah sahabat baik saya. Saya hanya ingin menunjukkan bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Intinya saya ingin mengatakan "kamu bisa!" dan "tidak perlu khawatir". Bukankah orang tua mencoba mengatakan ini ribuan kali sejak mereka baru mulai menjalani kehidupan?

Yang berikutnya saya serusaha menekankan pada kemampuan yang dia miliki. "You have skills dan experience, so you'll be fine!" Ya, dia pernah bekerja di tempat yang berkecimpung dalam food and beverages business selama berbulan-bulan, itu bisa menjadi bekal untuk memulai hal yang baru, belajar ketrampilan-ketrampilan baru dan move forward. Begitulah hidup, seperti halnya sekolah, yang kita pelajari selama sekolah belum tentu merupakan ketrampilan yang berguna di masa depan, tapi kita diberi bekal untuk meraih hal baru, itu yang justru lebih penting. Kita mengasah memori dengan menghapal nama presiden dan menteri di masa kepemerintahan tertentu. Apakah ada gunanya hapal nama-nama itu? Tidak! Dulu saya menghapal nama mentri entah di kepemerintahan tahun berapa, yang sekarang saya yakin sebagian besar atau semuanya sudah meninggal dunia. Bukan itu yang saya pelajari, yang saya lakukan pada saat itu adalah mengasah kemampuan saya untuk mengingat yang kemudian di masa depan akan selalu digunakan dalam berbagai macam profesi. Begitu bukan?

Jadi yang saya coba bantu (secara tidak berterus terang, tentunya) adalah berusaha menimbulkan rasa "siap" pada diri Kano. Saya ingin menekankan bahwa dia minimal sudah memiliki skill yang cukup, pengetahuan yang memadai dan yang penting dia tahu dan mau melakukan pekerjaan itu sesuai dengan cita-cita masa depan yang dia akan tuju. Ini adalah langkah berikutnya yang dia ambil untuk semakin mendekatkan dirinya dalam upaya meraih mimpi dan cita-cita. Kedua, saya ingin dia fokus pada hal yang dia ketahu, yang dia yakin mampu dan bersiap untuk membuka diri menerima pengetahuan dan ketrampilan baru. Saya yakin faktor kedua ini sangat penting untuk mendongkrak rasa percaya diri. Saya akan lihat nanti sore dan tidak sabar mendengar ceritanya hahaha..

Tuh, jadi khan sebuah tulisan akhirnya? hahaha

Foto credit: www.inc.com