Menunda adalah rutinitas, menunda adalah budaya. Di kehidupan sehari-hari, menunda adalah sesuatu yang cenderung negatif, sesuatu yang tidak berdampak baik bagi diri sendiri maupun lingkungan. Menunda itu sangat sering terjadi, contoh pun tidak perlu. Kecenderungan kita sendiri dalam menunda, adalah asumsi bahwa hal yang ditunda adalah hal dengan level kesulitan yang besar, bisa jadi sesuatu yang bukan menjadi 'prioritas', bisa jadi juga hal yang menjadi prioritas, tetapi tidak diinginkan saat itu. Dalam kemungkinan tersebut, bisa terbagi 3 kategorisasinya;
Misalnya prioritasnya menyapu rumah, tetapi ditunda karena ingin bermain game dulu, limited time event
Bisa juga prioritasnya menyapu, tetapi ditunda karena dirasa terlalu sulit dan ditunda dulu, mindsetnya (sulit biarlah nanti)
Kemungkinan lainnya adalah, menyapu bukan prioritas utama, karena masih ada tugas yang perlu dikumpulkan.
Sehingga berdasarkan contoh-contoh tersebut, bisa disimpulkan bahwa memang sering sekali, kejadian-kejadian tersebut terjadi pada sekitar kita. Dari jenis-jenis menunda-nya, kalau aku sendiri sih paling sering melakukan yang pertama, ada prioritas tetapi tidak langsung dikerjakan karena memang ada sesuatu yang lebih diinginkan dan lebih terlimitasi oleh waktu. Misalnya, disuruh ibu untuk menaruh baju di mesin cuci, dan menjemurnya. Di lain sisi, ada pertandingan bola basket livestreaming yang baru akan dimulai. Mungkin memang prioritasnya mencuci baju, namun aku sendiri lebih ingin untuk menonton basket, belum lagi itu live streaming jadi sangat terpatok dengan waktu. Dalam situasi-situasi seperti itulah terkadang kita sulit untuk memutuskan sebuah outcome dari sesuatu, terutama terfokuskan di menunda-nunda pekerjaan.
Kalau ada kata menunda, jangan dulu terpikirkan menunda-nunda pekerjaan, karena konteksnya beda. Sebenarnya menunda itu bisa terjadi dengan semua hal, termasuk juga dalam konteks baik. Karena artian dari menunda sendiri adalah membiarkan sesuatu berlalu untuk lain waktu, dan menghentikan sesuatu untuk dilangsungkan lain waktu. Artinya, tidak hanya pekerjaan prioritas yang ditunda. Bisa juga dalam konteks positif, misalnya menunda kemarahan, menunda Google Meet kelas, menunda main game karena prioritas menyapu juga termasuk.
Asalkan hal-hal yang ditunda atas hal-hal lain memang tindakan yang benar, sebenarnya menunda itu tidak masalah.