AES051: Semangat
haegenquinston
Wednesday October 6 2021, 12:58 PM

Semangat setiap orang, setiap hari, setiap jenis aktivitas, selalu beda-beda. Semangat yang kubahas pada saat ini, adalah (confidence). Semangat dalam artian tidak ragu, tidak takut akan kesalahan, berani untuk mengambil resiko. Kalau tingkat semangatnya mendekati 0, kita ragu berbuat apa-apa sehingga tindakannya minim, dan takut salah. Sementara kalau semangat berlebihan, kita malah terlalu toledor dan cenderung untuk mengabaikan kesalahan-kesalahan yang kita lakukan.

Misalnya, ada timnas bola. Satu pemain bintang, secara nilai jauh lebih baik daripada rekan-rekan setimnya. 3x lipat contohnya, karena performanya lebih baik. Dengan keadaan seperti itu, sang pelatih pasti akan mempercayakan dan memberikan dia 'privilege' untuk memimpin timnya dan melakukan hal-hal yang berbau individu. Misalnya, boleh mengontrol dan menendang bola semau dia. Pemain lain tidak bisa begitu, karena ia pemain bintang.

Dengan keadaan seperti itu, timbullah ketidaksetaraan antara pemain bintang dan juga pemain biasanya. Pemain bintang pasti berani untuk menendang bola apabila sudah dekat gol, bahkan dari jauh pun bisa. Ia diberikan sebuah kebebasan, sehingga semangat dan tidak ragu untuk membuat permainan. Sementara pemain biasa, pasti memiliki batas untuk melakukan tindakan-tindakan beresiko. Kalau gawangnya tidak terbuka, ia tidak bisa sembarang menendang karena tidak dipercaya, dan lebih tidak berkemungkinan masuk. Pastinya, pelatih akan lebih mempercayakan kepada yang 'berbintang'. 

Dengan perlakuan seperti itu, pasti pemain biasa akan ragu, dan gugup saat membuat suatu keputusan. Apakah akan menendang saja, tetapi beresiko untuk kena tamparan keras apabila gagal (karena maksa), atau akan diam saja padahal mungkin bisa jadi terdapat kesempatan untuk mencetak gol?

Secara situasi, bisa berbeda-beda tingkat semangatnya. Kalau sedang harinya baik dan mendapatkan dukungan orang-orang lain di sekitar, performa kita naik karena semangat yang naik, dan aura positif yang pula naik. Kalau kita memiliki aura negatif akibat menganggap kritik terlalu personil, maka kita bisa jadi lebih ragu dan tidak berperforma baik.

You May Also Like