Bayangkan, ada sebuah barang antik diletakkan di tengah sebuah ruangan yang memiliki berbagai background yang berbeda-beda. Ada yang latar belakang pada temboknya seperti berada di sebuah kebun, ada pun dilatarbelakangi dengan kursi=kursi kuno dalam sesuatu yang terlihat seperti ruangan tertutup, seperti sedang berada di suatu konferensi zaman perang saja. Barang antik ini, bisa jadi memiliki 'view' yang berbeda ketika dilihat dnegan latar belakang yang berbeda. Misalnya, dengan latar belakang yang bersejarah, kita bisa melihat keterkaitan yang lebih (secara hubungan) dari benda dan latar belakang. Tetapi, jika tidak nyambung, makna di dalam benda tersebut ada yang hilang. Benda yang bersejarah, ketika ditaruh di latar belakang yang berbeda, bisa jadi konteksnya berbeda. Misalnya, pengambilan foto benda piagam yang malah ditaruh pada latar belakang laut dalam, malah terlihat seperti benda bersejarah yang tenggelam. Padahal, mungkin saja konteks benda tersebut yang sebenarnya hanyalah piagam bersejarah yang disimpan di museum.
Sudut pandang juga sangat berpengaruh, terutama objek-objek yang memiliki tipe sudut pandang dan 'kelihatan' berbeda di sudut pandang berbeda. yang awalnya merupakan objek produk makanan, bisa terlihat lebih menarik karena difoto dari sudut pandang yang berbeda. Terdapat tipu mata di kejadian-kejadian seperti itu.
Apa yang membedakan? Ada nilai estetiknya, misalnya diambil dari sudut sini lebih baik. Karena lebih ada ke-simetrisan antar sisi sisinya. Sementara, terlalu simetris juga bisa jadi kurang baik, tergantung selera orang. contohnya, benda yang ingin kita potret adalah gelas. Sebuah gelas yang memiliki gagang di sampingnya, dengan bahan mudah pecah, warna biru. Dari mana sudut yang paling pas untuk mengambil fotonya? Apakah dari atas, tentu tidak. Karena yang terlihat hanya lingkaran bersama gagang, tidak ada yang spesial maupun jelas. Apakah dari samping sisi gagangnya/ Tidak pula, kalau dari samping seperti itu, gagangnya tidak telralu terlihat, sehingga tidak estetis.
Dari kesimpulan sederhana seperti itu, terjerumuskanlah opsi-opsi yang ada ke dalam beberapa saja. Yang semuanya baik dan tidak ada salahnya sebagai amatir. Dengan profesional, kita juga bisa mempertimbangkan pencahayaan warna pada benda, gelap-terangnya, pun juga maksud yang ingin disampaikan. Misalnya, diisi kopi di dalamnya supaya terlihat menarik dan fokus ke kopinya, padahal hanya gelas yang dijual.