AES067: Kotak pemikiran
haegenquinston
Friday October 29 2021, 12:15 PM

Berpikir dalam kotak, adalah pemikiran yang terbatas dan hanya bertumpu pada satu sudut pandang ataupun pemikiran. Sehingga, ide dan pemikiran yang seseorang keluarkan itu cenderung tertutup dan terbatas. Dalam hal berpikir dalam kotak, ada standar dan asumsi yang kita terapkan, yang sebenarnya tidak harus/perlu begitu. Misalnya, kalau ngerjain tugas. Biasanya kalau disuruh menulis artikel 500 kata sesuatu, pasti terpikirnya adalah standar menulis di kertas. Padahal, kita hanya berasumsi dikerjakan di kertas, nyatanya malah sebenarnya bisa dengan mengetik. Cara-cara lain tidak biasa kita tidak pikirkan, padahal mungkin lebih mudah.

Kreativitas adalah suatu kemampuan yang tidak akan terbatas. Yang terbatas adalah pemikiran kita. Terkadang pemikiran kita juga tertutup atas logika berpikir yang biasa kita miliki. Misalnya kalau ada ide, terkadang kita tutup penuh dan tidak keluarkan. Karena kita rasa itu tidak memungkinkan, misalnya dengan biaya yang kita miliki, dengan barang yang ada. kita akhirnya memutuskan itu tidak jadi. Pertimbangan akan keraguan dan kekhawatiran situasi, bisa berpengaruh disini.

Pun juga orang yang terlalu ber-realita, pasti mereka punya pemikiran sendiri soal hal-hal yang dikerjakan, apakah ini logis, apakah itu logis, dan sebagainya. Karena terlalu memikirkan keadaan dan telah mengenal dunia yang realita, maka mereka sudah terkunci dalam pandangan tersebut. Mungkin aku juga suka merasa seperti itu, karena ada sesuatu yang aku asumsikan tidak bisa secara realita, makanya malah benar-benar terkunci dalam pemikiran tersebut dan tidak bisa berpikir di luar kotak.

Dari sudut pandang orang lain, pastinya berbeda. Ada hal yang mereka pikirkan yang tidak sampai di 'kotak' kita. Kalau kita dengar, kita baru 'ohh iya'. Dan hal tersebut pastinya terjadi terus menerus, antara memang tidak pernah terpikir dari sudut pandang lain, atau memang tidak tercerahkan.

Membuat suatu karya seni, butuh konsep. Butuh cerita, butuh ekspresi. Secara teknis pun lebih banyak daripada itu. Sehingga, kalau ingin bikin, jangan hanya bilang/berpikir 'aku kayanya mau deh, bikin kaya ginian tapi dipikirkannya nanti'. Ya sama saja bohong itu mah, karena tidak ada komitmen pasti dalam dipikirkan. Kalau dipikirkan hanya permukaan saja, pasti di tengah bingung karena pemikiran permukaan itu selalu terkotakkan. Namun, jika kita berkomitmen untuk berpikir, pasti nantinya tidak akan bingung karena sudah tercerahkan dan lebih tidak terkotakkan.