AES 001: Menabrak Tembok dan Terbang Menabrak Atap P.1
Sebastian Owen
Friday January 31 2025, 1:29 PM
AES 001: Menabrak Tembok dan Terbang Menabrak Atap P.1

Apa itu sebuah dunia yang ideal, diinginkan, dan menjadi tujuan umat manusia? -- Apakah itu sebuah tempat dimana semua peraturan dipatuhi untuk menjaga konstruksi sosial masyarakat, ataukah kebebasan sebesar-besarnya untuk seorang manusia merdekalah yang akan mendampingi kita semua menuju suatu dunia yang dinamis dan manusiawi? Itulah dikotomi dilematis yang kami hadapi dalam hari pertama trial KPB, menanggapi tantangan, krisis, dan masalah yang seringkali membuat darah kami, residen sipil Kota Bandung mendidih dengan penyalahgunaan dana fiskal, kesewenang-wenangan, maupun korupsi keseharian yang telah mencampakkan diri dalam tubuh sosial dan kebiasaan sebagian besar dari orang-orang yang mengelilingi kita. Mengenal pahit sejarah berdarah untuk membuat sebuah  kemasyarakatan yang patuh, engganlah perut kami untuk melihat darah berlumuran lagi, tapi apakah benar, cara 'laissez-faire' menjadi jawabannya? 

Selasa, 21 Januari, pada mula tahun baru, 2025. Jam menunjukkan 13:43 WIB. Kami, anggota kelas K9 Yospan yang menjadi calon KPB naik balok tangga menuju basecamp KPB. Tanpa prasangka, kami tiba di lantai tersebut. Disana, sebuah suasana yang familiar alias akrab bagi kami yang sudah berkegiatan dalam lingkungan SMIPA untuk durasi yang terasa seperti selamanya, terlihat dari atas, kotak-kotak yakni kelas-kelas KB dan SD. Setelah melihat sejenak pandangan itu, kami masuk dalam ruangan itu, terpikat dengan foto-foto yang dipajang billboard, lalu karpet-karpet di lantai yang mengundang kami untuk duduk.

Menyapa dan disapa, tak lama kami lalu mulai berdoa dan hening sejenak untuk menandakan secara kolektif, awal daripada kegiatan pertama kami ini. Usai perawalan ala-SMIPA itulah, kakak 'Leo' memulai perbincangan. Pertama-tama, salah satu murid luar yang awalnya sesama calon KPB tidak lagi akan datang, batal untuk sekolah lain. Semua berjalan dengan baik, basa-basi persoalan kegiatan kami sebelumnya, suara pena, suara lagu 'Baby Shark' di gudang dan konstruksi mengisi atmosfer kami. Namun, suatu hal terjadi yang merubah segalanya.

Tak menunggu aba-aba, sosok Kak 'Leo' itu menunjukkan tanduk dan wujud aslinya dan meletakkan sebuah perangkap lisan yakni pertanyaan yang mengusik pedalaman kepribadian setiap dari kami; untuk mendeskripsikan identitas kami hingga saat ini. Dengan polosnya, dengan mudah saya menjawab "..seseorang yang peduli akan literasi..", dan kawan-kawanku, Akila, Aya, Azwa, Chia, berikutserta dalam memaparkan apa yang membentuk kepribadian mereka. Bagai seekor hewan buas memperhatikan mangsanya, ia mencerkam dengan pertanyaan sebenarnya; Apa itu "DUNIA IDEAL" kami menurut identitas pribadi itu menurut permasalahan masa kini yang kita rasa prevalen. 

Terperangkap, jawaban kami dimuatkan dalam tantangan, yang dielaborasikan dengan berbagai gimik yang muncul dari pedalaman hutan kepala sosok Kak 'Leo' itu yang membuka mulutnya; ORASI. FORUM DISKUSI. BOARD GAME. DIORAMA. Suara-suara itu timbul dan bergejolak dan bergema tiada henti dalam ruangan basecamp KPB, menerkam kami, calon-calon KPB, bagai melihat menuju ketakutan terbesar yang terkubur ratusan meter dibawah kesadaran.

Hingga sekarang, kata-kata tersebut bergema dalam tiap malam tidur kami, menghantui kami di alam bawah sadar, menggengam perhatian dibalik muka. Sidang PROYEK INOVASI ALAT pun tidak mampu menangkal kutukan ini, entah bagaimana -- atau sama sekali sebuah penangkal sakti kutukan proyek, yang tidak melibatkan penyelesaian tantangan ini.

To be continued

Andy Sutioso
@kak-andy   last year
Selamat untuk posting pertamanya Owen. Selamat juga memasuki belantara PETUALANG Belajar. Semoga dapat banyak pembelajaran dalam prosesnya. 🙏🏼😁