“Kalau hidup sekadar hidup, babi di hutan juga hidup. Kalau bekerja sekadar bekerja, kera juga bekerja.” Hamka.
Begini pun, kera menjadi kera karena kera itu menjadi bagian dari kelompok kera ini. Babi menjadi babi karena babi itu menjadi bagian dari kelompok babi ini. Tidak ada yang menjadi dirinya kalau tidak menjadi bagian dari sesuatu ini yang bukan dirinya itu.
Begitu pun manusia, menjadi manusia karena menjadi bagian dari kelompok manusia tertentu. Manusia, menjadi dirinya sendiri karena menjadi bagian dari orang lain yang bukan dirinya sendiri. Individu, in-divide, tidak dapat terpisahkan. Paradoksnya, bagaimana bisa bersama kalau tidak bisa sendiri dan bagaimana bisa menjadi bagian dari kebersamaan kalau tidak memiliki keunikan tersendiri.
Yang jadi soal sekarang adalah, bagaimana otentisitas itu menjadi bagian dari komunitas ini. Nah, implikasi kebebasannya nih yang asik; menjadi bagian dari suatu kelompok berarti bebas mengambil pilihan beserta menerima konsekuensi logisnya. Bebas, menjadi bagian dari masalah dengan konsekuensi terisolasi dalam ruang pengamanan atau menjadi bagian dari solusi dengan konsekuensi terangkat menjadi ruang aman.