Dalam hal kejadian, ada hal yang asli, ada pula yang palsu alias dibuat-buat. Hal yang dibuat-buat, dibuat agar bisa mengelabui, bisa menipu, bisa pula menutupi. Sehingga, apa yang palsu, tidak sebenarnya benar-benar ada, terkadang dilakukan dan dibuat agar bisa 'manipulasi'. Misalnya, belakangan ini aku melakukan sesuatu yang dibuat-buat agar orang lain tidak tahu, contohnya adalah kebiasaan sehari-hari-membereskan kamar. Ada saja orang yang ingin mengelabui dan 'terlihat' beres padahal tidak. Misalnya, hanya dengan disimpan di lokasi yang tidak terlihat, hanya dirapikan saja, dan hanya ala-ala. Supaya terlihat sebagai bukti padahal bukan, dan supaya meyakinkan padahal sebenarnya tidak ada.
Dalam kesalahan yang biasanya kita perbuat, sering sekali kita berusaha menutupinya, supaya tidak terlihat salah, dan kesannya baik. Misalnya lupa mengerjakan suatu peran bagi kelompok, tapi kita sendiri malah menutup hal tersebut, sambil berbohong ataupun melencengkan topik dengan berkata sesuatu yang tidak nyata. Misalnya, ada deadline sesuatu, kita belum mengerjakan target utamanya. Namun kita berkata kita sudah dan akhirnya kita sendiri malah terlihat baik-baik saja. Padahal, progressnya hanyalah sebuah fantasi, sehingga apa yang kita bilang kita lakukan, tidak dan belum benar-benar kita lakukan.
Mengapa kita suka seperti itu? Karena terkadang kita dalam keadaan terpojok dan kita ingin kabur dari kesalahan. Terkadang kita dalam keadaan seperti itu, kita sudah yakin akan mengejar dan menuntaskan setelah kita ngomong, sehingga kembali ke jalur, tetapi itupun dilakukan sebelum kita benar-benar mengerjakannya. Aku sendiri sering mengalami itu.
Dalam keadaan terpojok, kita membuat-buat hal yang sebenarnya belum kita kerjakan. Pemikiran kita adalah, 'palingan langsung ngerjain sekarang aja habis bilang ini'. Dan kita sendiri berkomitmen ke dalamnya. Kita memikirkan, 'aku pasti mengerjakan ini setelah beres'. Sehingga, setelah beres terkadang kita benar-benar kerjakan agar tidak tertinggal, terkadang juga tidak terlalu dikejar dan dibiarkan saja karena tidak terlalu dirasa penting.
Pokoknya, saat ini aku sedang ketinggalan dalam progress proyek mandirinya. Bingung, tapi harus jujur dengan diri sendiri. Merasa bertnaggung jawab, dan sadar akan kepentingan dan kegentingan saat ini.