AES086: Passion
haegenquinston
Thursday November 25 2021, 1:35 PM

Passion itu.... bukanlah minat. Passion itu..... bukan sekedar hal yang disukai. Passion itu..... bukanlah hobi. Passion..... bukanlah suatu perasaan terhadap suatu kegiatan.

Kalau yang kita tahu, biasanya orang menyebutkan passion pada saat topik yang dibicarakan, berkaitan dengan gaya hidup, berkaitan dengan aktivitas kebiasaan. Misalnya, kalau sedang mengobrol tentang kuliah. "Aku mau masuk jurusan ini, karena disanalah passion-ku terletak". "Aku sangat senang kegiatan main Poker, mungkin itu passion-ku". "Aku tidak mau eksplor musik ah, soalnya bukan termasuk passion-ku". Dari kalimat-kalimat tersebut saja, ada banyak miskonsepsi dari kata passion ini. Memangnya, passion itu sesuatu yang bisa disenangi? Joy?

Kata passion sendiri berasal lebih dari hanya sekedar yang disukai dan diminati. Passion artinya adalah "strong and barely controllable emotion" kalau arti Bahasa Inggrisnya mah. Jadi, passion merupakan suatu hasrat bagi suatu subjek, yang tidak bisa dideskripsikan dan tidak bisa tertahankan. Jangan-jangan, mungkin artian kata ini lebih ke artian cinta, misalnya cinta ke pacar, cinta ke bidang tertentu, dan lain-lain. Karena itu, ia tidak bisa menghentikan dan menahan rasa itu. Misalnya,, cinta dengan menggambar laughing-2. Jangan sampai, saking cintanya dan passionate dengan menggambar, hal-hal lain tidak bisa menghentikan itu dan akhirnya dikorbankan. contohnya, adalah menggambar pada saat kegiatan sekolah. Malah terkorbankan, materi dan diskusi yang disampaikan. Hanya karena gambar. Sebenarnya tidak apa-apa sih, kalau sudah jago dan profesional. Namun, kalau tujuan kita dirasa terlalu sia-sia, buat apa?

Bayangkan saja kalau kita punya passion untuk memancing ikan, dan kita mengorbankan suatu kehidupan di kota yang sudah baik, menjadi seorang Pak Bos pada perusahaan yang mencukupi. Tidak semua orang, akan melakukan itu. Namun, seseorang yang pemancing profesional dan benar-benar menjadikan kegiatan memancing sebagai passion, akan menerobos dinding tersebut.

Contoh paling realita ada, di suatu film Kristiani bernama 'Passion of the Christ' yang dibuat pada tahun 2004. Film tersebut bercerita mengenai perjuangan, suffering dan pengorbanan Yesus di kayu salib. Mengapa dinamakan seperti itu? Karena disalib adalah passion-nya Dia. Tentu tidak akan nyaman, namanya juga penderitaan. Namun, penderitaan ituah yang perlu ia jalani agar bisa mencapai tujuan yang Ia mau.

Jadi, passion adalah Suffering atau penderitaan. Kita saking ingin mencapai satu tujuan, sehingga rela menderita.

Makasih Kak Leo untuk penjelasannya waktu itu laughing-2