AES38 Kamar Mbah Oyeng #waktukukecil4
matheusaribowo
Wednesday December 7 2022, 12:06 PM
AES38 Kamar Mbah Oyeng #waktukukecil4

Aroma rambut mbah Oyeng paling terasa di kamar. Menempel di bantal, di jarik, di guling, dan dipelukan mbah Oyeng setiap malam. Tius suka sekali dengan aroma kamar mbah Oyeng.

Kalau Tius sedang merasa sedih atau marah, Tius sering membenamkan wajahnya ke bantal di kamar mbah Oyeng. Semua bantal pasti ada aroma rambut mbah Oyeng. Tius senang bertukar bantal dengan mbah Oyeng.

Di kamar mbah Oyeng tidak ada selimut. Tapi mbah Oyeng punya banyak sekali jarik batik. Jariknya bisa menjadi selimut untuk Tius, bisa juga menjadi selendang untuk mbah Oyeng pakai setiap hari.

Saat langit memberi hujan lebat kepada kampung kami, mbah Oyeng punya cara ajaib untuk membuat Tius dan mbah Oyeng tidak kedinginan. Caranya, tidur sambil menempelkan punggung kami berdua.

Sambil saling memunggungi, biasanya mbah Oyeng akan memberikan cerita-cerita tanpa judul.

Satu, dua, tiga judul cerita hingga Tius terlelap dan mbah Oyeng membalik badan lalu memeluk Tius sampai pagi.

"Sssttt...!" Tius tahu karena Tius pernah pura-pura tidur. Setelah mbah Oyeng memeluknya, Tius tersihir dan tiba-tiba melayang di alam mimpi yang indah.