Dari sebuah tulisan essay, kepribadian seseorang bisa dilihat. Tulisan non formal bisa merupakan bentuk dimana seseorang mencurahkan perasaan atau sudut pandangnya. Bahkan kadang orang lain tidak bisa mengerti apa yang sedang kita tulis. Aku sendiri saja kadang bingung kalau disuruh membaca tulisan teman yang lain, karena maksud yang ditangkap berbeda.
Kepribadian juga berpengaruh pada gaya tulisan yang saat ini sedang aku gunakan. Biasanya, gaya tulisan pada penulisanku bisa berbeda-beda tergantung dengan referensi, tergantung dengan konteks, dan juga tergantung dengan apakah sudah direvisi atau belum. Kebanyakan tulisan yang aku buat berasal dari gaya bicaraku sehari-hari, hanya saja lebih formal. Misalnya adalah kata 'cuman' sehari-hari, yang kuubah menjadi 'namun' atau 'hanya saja'.
Menulis itu mudah. Sejak aku masih cukup kecil pun aku sudah bisa menulis paragraf-paragraf. Namun beda konteksnya untuk terbiasa menulis. Untuk terbiasa menulis, itu tidak mudah sama sekali. Mungkin aku bisa membuat 1 tulisan apabila diminta. Namun untuk melakukannya secara konsisten setiap hari, itu akan bosan dan membuat kita kurang maksimal dalam mengerjakannya (tidak seperti 1 yang diperhatikan)
Pernah, aku merasa kurang percaya diri akan gaya dan isi tulisanku karena berbeda dengan teman-teman yang lain. Tetapi itu adalah masalah internal. Apakah orang lain merasa begitu juga mengenai tulisanku, belum tentu. Bahkan mungkin ada orang-orang lain yang seperti itu juga, merasa tidak enak-an. Selama tidak ada bukti nyata, itu hanya berdasar asumsi atau halusinasi. Jangankan menjadikan sebuah asumsi sebagai dasar, asumsinya sendiri aja belum tentu benar. Kalaupun orang lain membuat kita jadi ga-enak -an, artinya sifat di dalam diri yang perlu berubah.
Jangan hidup untuk memuaskan orang lain, fokus saja pada tujuan diri sendiri. Ketika kita tidak percaya diri, disana kita ditantang untuk berani berpegang pada prinsip dan tetap percaya diri.