Hari pertama musim Gugur. Saya berjalan kaki menuju kantor disambut rintik hujan. Entah mengapa walau saya begitu mencintai musim gugur, pagi ini saya tercekam kesedihan yang sangat kuat. Saya berusaha mengabaikannya, tapi semakin lama "menikmati" suhu dingin dan melihat pepohonan mulai menguning dan memerah, kesedihan itu terus menerus seolah-olah memanggil-manggil meminta perhatian.
Memang saya tahu bahwa ini akan menjadi musim gugur saya yang terakhir di Colorado. Menyadari itu saya merasa seperti patah hati. Membayangkan kehilangan sesuatu yang saya cintai itu sangat menyakitkan. Cuaca yang mendung, dingin ditambah hujan rintik-rintik memang mendukung sekali untuk terlarut dalam kesenduan. Untungnya berjalan kaki ke kantor tidak membutuhkan waktu terlalu lama, tidak lebih dari 20 menit saya sudah langsung disambut dengan kesibukan. Hari Kamis adalah salah satu hari sibuk. Rasa yang tidak menyenangkan pagi ini langsung terabaikan.
Siang saya banyak melakukan pekerjaan di kantor saya sendiri. Sudah hampir 3 minggu saya banyak bekerja di tempat lain. Kantor saya memiliki jendela besar yang biasa saya gunakan untuk menikmati pemandangan di luar yang memiliki banyak pepohonan dan tupai serta kelinci liar. Selama musim panas kemarin beberapa rekan kerja dan saya sering memberi makan tupai dan memberi mereka nama. Beberapa minggu terakhir mereka menghilang, padahal biasanya mereka sibuk mencari makan dan "menabung" untuk masa-masa hibernasi di musim dingin. Mungkin karena banyak mahasiswa yang membawa serta anjing, maka tupai-tupai ini menghilang karena takut.
Saat ini di luar jendela sudah mulai banyak warna kuning. Dalam kurun 2 atau 3 minggu warna kuning, coklat dan merah akan menghiasi pemndangan di luar jendela kantor saya. Ini adalah masa-masa yang menyenangkan.
Terlarut dengan pemandangan di luar, saya mencari playlist di spotify. Saya punya speaker wireless kecil pemberian seorang teman dan memutar lagu-lagu cantik, jazz musim gugur memang menyenangkan sekali, apalagi saat ini saya hanya sendirian, rekan-rekan kerja saya sibuk di tempat lain jadi saya bebas memutar lagu yang saya gemari. Berbagai musik jazz silih berganti menemani saya mengerjakan setumpuk berkas-berkas yang harus segera saya selesaikan. Tiba-tiba sebuah lagu yang sangat indah terdengar, dalam bahasa Perancis!

Oh, je voudais tant que tu te souviennes
Des jours heureux où nous étions amis
En ce temps-là la vie était plus belle
Et le soleil plus brûlant qu'aujourd'hui
Les feuilles mortes se ramassent à la pelle
Tu vois, je n'ai pas oublié
Les feuilles mortes se ramassent à la pelle
Les souvenirs et les regrets aussi
Yang saya kenal adalah dalam bahasa Inggrisnya,
The falling leaves
Drift by my window
The autumn leaves
Of red and gold
I see your lips
The summer kisses
The sunburned hands
I used to hold
Dulu, lagu ini bagi saya hanyalah lagu yang indah, lagu yang sangat jadul yang kalau saya tidak salah mulai dinyanyikan di tahun 1945, dikarang oleh 2 orang dari Hungaria dan Perancis. Kemudian lagu ini dinyanyikan oleh banyak orang termasuk Nat King Cole. Yang terakhir ini yang jauh lebih familiar bagi saya karena ayah saya sering memutarnya sejak saya masih kecil. Lagu ini indah sekali, tapi sekarang menjadi sangat luar biasa karena menikmati lagu ini sambil memandang dedaunan yang warna-warni persis seperti lirik lagu ini.

Dalam bahasa Perancis, lagu aslinya, berjudul Les Feuilles Mortes yang artinya The Dead Leaves atau daun-daun yang mati, yang kalau dipikir-pikir kok terjemahannya sama sekali tidak romantis. Bagusnya dalam bahasa Inggris diterjemahkan menjadi Autumn Leaves. Musim gugur adalah musim yang sangat romantis yang tidak pernah habis-habisnya saya kagumi dan saya sukai. Beberapa kali saya menulis bahwa musim gugur adalah musim yang paling indah yang merupakan puncak dari segala keindahan yang seolah-olah semua musim lain merupakan perjalanan menuju saat ini. Masyarakat juga seolah-olah merayakannya dengan berpakaian yang indah, bersepatu yang menawan. Saya selalu beranggapan Tuhan sedang sangat gembira ketika menciptakan musim ini. Ya, daripada bersedih seperti tadi pagi, saya akan berusaha menikmati musim kecintaan saya ini sepuas-puasnya.
Foto-foto: Seputar kampus dan kantor di tahun 2021