AES167: Perumamaan
haegenquinston
Wednesday May 11 2022, 11:24 AM

Perumpamaan adalah bentuk contoh dari sebuah maksud yang ingin kita sampaikan. Pada dasarnya, semua perumpamaan memiliki moral dan intisari-nya sendiri untuk diambil, misalnya umpama lempar batu sembunyi tangan. Arti dari perkataan tersebut adalah, berbuat kesalahan tapi tidak bertanggung jawab.

Perumpamaan sering kutemui di saat pelajaran agama maupun pelajaran hidup. Misalnya, kalau di agamaku, banyak sekali perumpamaan yang disebut oleh Tuhan sebagai pelajaran hidup, misalnya perumpamaan mengenai biji yang tidak bertumbuh. Maksud dari perumpamaan tersebut adalah pertumbuhan dan pemenuhan potensi yang sesungguhnya. Tentu kita semua bisa setuju, apapun potensi yang kita miliki, perlu kita kembangkan dan tidak kita biarkan.

Apakah perumpamaan itu penting? Menurutku, perumpamaan bisa menggambarkan sebuah masalah dengan pencontohan lain. Inti dan maksud dari masalah bisa memiliki kesamaan dan kemiripan, tujuannya, supaya orang lebih mengerti akan contohnya.

Kalau aku ditantang untuk membuat suatu perumpamaan, otomatis akan cukup banyak berpikir tetapi tidak terlalu berat, yang penting kita mengerti apa inti yang ingin disampaikan, bagaimana mencairkannya ke kehidupan sehari-hari. Misalnya, perumpamaan mengenai masalah cewe cowo ibaratnya adalah 2 buah magnet. Tidak mungkin magnet yang selatan menempel dengan sejenisnya, sama juga dengan magnet utara menempel dengan yang utara. Namun, magnet utara bisa banget menempel dengan magnet selatan.

Ibaratnya di kehidupan nyata, seorang cowo itu tidak seharusnya memiliki pasangan hidup cowo, tetapi yang berbeda jenislaughing-2

Contoh singkat dari umpama yang kubuat seperti di atas, meskipun kurang berfaedah atau kurang berguna, namun ada makna di baliknya. Maknanya, udah tidak bisa dibantah. 

Di dunia ini, kita perlu belajar pemikiran-pemikiran dan sikap moral yang benar, ketimbang yang salah/sesat, dan perumpamaan mungkin bisa menjadi salah satu metodenya.

You May Also Like