3 tahun lalu, pada saat Perjalanan Besar, ada sebuah momen lucu di Demak. Aku bertemu dengan seorang gelandangan sekaligus orang gila yang tiba-tiba mengucapkan Salam Perdamaian, mencium tangan temanku, sehingga aku terkejut, takut, dan ketawa. Aku tidak pernah mengerti apa artinya hal tersebut, tapi tentunya itu beda dengan yang namanya toleransi.
Toleransi ada ketika seseorang memiliki perbedaan dengan individu lain, misalnya perbedaan level, perbedaan nilai, perbedaan moralitas, dan sebagainya. Dengan adanya perbedaan tersebut, seseorang bisa punya nilai, pandangan mereka tersendiri, bagaimana idealnya? Bila tidak sesuai, maka mereka tidak akan menerima, alias tidak menolerirnya.
Contoh soal: Seorang murid tidak mengerjakan soal sesuai prosedur, guru tidak setuju atas hal itu dan tidak menolerirnya.
Contoh soal lainnya: Seorang pencuri ditangkap memaling motor karena butuh duit untuk biaya pengobatan, polisi tidak setuju atas hal tersebut tetapi ditolerir
Kedua kasus di atas ini punya maksud yang berbeda. Karena ada perbedaan pendapat yang tidak sesuai, maka subjek 2 tidak menerima terjadinya hal tersebut, ia pikir 'seharusnya tuh gini gini gini dsb.'. Perbedaan diantara kedua poin di atas adalah, sudut pandang dan pengertian, alias toleransi. Contoh kasus pertama tidak butuh ditoleransi, karena memang pada dasarnya salah. Sementara, contoh kasus kedua ditolerir, karena memiliki alasan yang membuatnya tidak sepenuhnya salah. Meskipun masih tidak bisa diterima/setuju atas hal tersebut, tetapi ditolerir, karena subjek 1 mengerti sudut pandang subjek 2 melakukan hal yang 'salah'.
Meskipun kita tidak menerima, bukan berarti kita tidak boleh menolerir. Begitu juga sebaliknya, meskipun kita tolerir bukan berarti akan diterima. Kalau ada murid yang main game bareng gurunya di malem hari, lalu keesokannya lupa mengerjakan PR karena hal tersebut, guru tidak akan menerima (secara profesional). Namun guru tentu akan menolerir, karena ia tahu kejadian, sudut pandangnya seperti apa sehingga begitu. Bahkan gurunya sendiri aja terlibat atas kesalahan tersebut!
Aku merupakan seseorang yang punya prinsip dan standar atas hal-hal yang bisa diterima, begitu pun hal-hal yang tidak. Toleransi itu berbicara soal berbeda level, bagaimana kita memandang seseorang yang berbeda dari diri kita, bagaimana kita menghargai batasan yang ada di sekitar kita. Ada hal-hal tertentu yang memang kita harus tolerir, meskipun kita tidak menerima itu terjadi, setidaknya kita bisa tahu, bagaimana sisi pandang 'dia' soal hal ini, tidak perlu setuju tapi mengerti.
Salam toleransi. Salam perdamaian.