AES190: Penampilan Gila
haegenquinston
Wednesday August 3 2022, 11:31 AM

Pada intinya, pertunjukan bukanlah yang berkaitan dengan ‘panggung’ dan penonton, bahkan tidak selalu harus yang identik dengan drama. 

Ide gila 1: 

Di smipa, orang-orang yang menjadi penonton, justru diajak untuk berperan dalam pertunjukan sebagai fasil kelas. Pertunjukan sebenarnya ada pada murid murid smipa yang diperankan oleh mereka sendiri, menunjukkan adat dan kesehariannya, bertanya, bersikap seperti murid ‘biasanya’. Kadang dalam ekspresi yang ekstrem dan abstrak seperti berjalan kaki kesana kemari, nari blackpink bareng (budaya smp) dan corat coret mindmap besar di depan ruangan

Ide gila 2:

Semua murid kpb diajak utk menggambar/nari/berjalan kaki di satu ruangan dengan abstrak. Nanti akan ada ide-ide yang muncul, lalu pertunjukannya disempurnakan dan dibuat lebih mantep (cenderung lebih relate dengan kehidupan nyata). Jika sudah selesai, nanti akan diimplementasikan ke salah satu museum di Bandung yang temanya paling cocok. Di ruangan tertentu, pertunjukan akan tanpa panggung, menggunakan apa ruang yang ada dan menunjukkan kehidupan abstrak pada zamannya

Ide gila 3: 

Pertunjukan dengan panggung, tapi panggungnya tidak terstruktur sehingga penampil harus menyesuaikan tata ruang dengan apa yang ada (misalnya ada barang-barang random terletak di tengah bentuk panggung aneh). Penampilnya juga cuma 2-3 orang, sisanya cuma ngebantuin dari pinggir, contohnya bikin gerakan on the spot, ngasih barang-barang liar lainnya, dan sebagai crewman yang berpenampilan saat membereskan properti/tempat

Bentuk produk akhir yang kebayang: tarian, penampilan abstrak mini