AES012: Brain Waves
haegenquinston
Tuesday August 10 2021, 5:00 AM
AES012: Brain Waves

Tadi pagi, aku menonton video yang berjudul 'Crash course: understanding Brain Waves | Dr. Joe Dispenza. Sebelumnya, aku juga sebenarnya pernah menonton video ini; yaitu saat tahun lalu, ada forum KPB di bengkel Smipa bersama dengan Kak Andy. Mulai teringat-ingat apa saja isi konten dari video ini yang saat itu kutonton, mulai dari energi hingga brain wave berbeda-beda yang termunculkan di saat kita sedang dalam usia dan kondisi yang berbeda-beda. Dalam awal video, terdapat penjelasan mengenai aliran otak Beta, yang muncul saat kita baru melihat cahaya matahari, biasanya muncul di saat pagi hari, sehabis bangun tidur dari tiduran yang lelap. Seurotonin namanya, hal yang biasanya menyambungkan kita dengan 'dunia luar' pada saat sehabis bangun. Dalam fase tersebut, biasanya badan kita sendiri lebih aktif dan lebih peka akan lingungan secara intensif. Sebaliknya, pada saat mau tidur di malam hari, mata kita akan menangkap cahaya yang cenderung lebih sedikit, dan aliran tersebut dinamakan melotonin. Melotonin ini, adalah yang mengistirahatkan kita, dengan seakan-akan 'memadamkan' tubuh kita dari dunia luar, selama masanya badan kita tuh benar-benar lebih tidak peka. Biasanya dalam masa tersebut kita tertidur. Baru kepikiran, ternyata saat fase tidur pun, kita tidak peka dengan tubuh kita sendiri!

Sehabis itu, ada preview tentang meditasi. Kalau kita benar-benar sedang bermeditasi, udah pasti kita lebih tidak peka dengan dunia luar. Karena fokus ke 'dunia' yang di dalam, jadinya kita benar-benar memutuskan koneksi dengan dunia luar dahulu. Karena itu, kita menyerap lebih sedikit informasi dari luar, bahkan bisa benar-benar menutup mata dan menutup pendengaran dunia luar, tidak berfokus ke sana. 

Kalau seseorang bermeditasi secara biasa, tidak fokus ke dunia luar, alirannya bernama beta. Dalam beta, kita bisa benar-benar sadar tetapi tidak menyadari dunia luar. Lebih dalam lagi adalah theta, dimana terbentuk suatu dunia imajinasi yang dibayangkan oleh pikiran kita. Yang paling dalam adalah delta, tetapi delta adalah tidur yang panjang. Kita sudah tidak sadar sampai bangun pagi.

Orang-orang sering sekali berada dalam situasi yang memaksakan pemakaian gamma, atau kata lainnya kesadaran super. Karena kesadaran yang super, kita malah membuang energi dan mudah untuk capek. Buktinya, kalau kerja kantoran poll 8 jam, pulang pulang udah pasti tiduran.

Kalau kita bisa menyalurkan energi yang berada di badan bawah, biasanya untuk peka terhadap situasi, dan si energi tersebut bisa kita salurkan ke pikiran. Kalau sudah terkumpul, akan membuat perkumpulan energi yang sangat besar. Kita akan sangat menyadari itu, dan sekalinya itu terjadi, akan sangat 'nyata' teringat sehingga badan kita bisa bergerak menjauh dari masa lalu, dan fokus untuk masa depan. Sekaligus, badan kita bisa menyembuhkan dengan sendirinya. Hanya butuh ketenangan dan fokus, dalam memindahkan dimensi dalam diri kita sendiri.

Dari video ini, sebenarnya banyak hal yang bisa kupelajari. Baru kemarin banget, aku menulis di ririungan mengenai otak di bawah kesadaran, manusia yang melakukan suatu hal tanpa betul-betul menyadarinya karena sudah merupakan kebiasaan. Saat melamun, aku bisa berasumsi dan menebak kalau aliran pikiran yang ada di tubuhku, nyaris mencapai aliran beta. Mulai melupakan dunia luar dan lingkungan, sampai benar-benar sadar akan tujuan awalnya. Dengan mengetahui manfaat waktu hening dan meditasi, siapa tahu lain kali aku bisa lebih meniatkan lagi menyisihkan waktu untuk berwaktu hening, dan mendapat manfaatnya melalui theta. Sehingga mendapat energi yang besar dan lebih segar.

Andy Sutioso
@kak-andy   5 years ago
mantap Haegen! Mudah2an bisa coba menerapkan pemahaman baru ini ya.