Main basket bisa mengasyikkan, dan aku tampil lebih 'jago' ketika sedang dalam mood yang baik. Juga kalau badannya, udaranya, dan kondisinya sedang tepat. Aku baru menyadari hal ini muncul ketika main basket kemarin, ketika tembakan bola yang kulakukan masuk beberapa kali dengan enak. Rasa menembak bola dan tanganku rasanya beda dengan minggu-minggu sebelumnya. Padahal aku belum dan tidak latihan main basket sepanjang minggu sama sekali.
Baru sekalinya aku merasa begitu semangat dan maksimal dalam main basket, selama beberapa lama ini. Aku pikir itu adalah karena udara yang kemarin, begitu panas dan tidak hujan sehingga ideal untuk olahraga. Juga karena aku sedang dalam kondisi tubuhku yang sedang baik untuk dipakai berolahraga, makanya optimal. Apakah juga karena tangan dan kakiku yang sedang lentur sehingga fleksibel dalam memasukkan bola? Entahlah.
Selain yang kusebut di atas, kayanya faktor yang paling penting adalah bagaimana kita memandang suatu hal. Tentang bagaimana cara/sudut pandang kita terhadap satu hal dengan yang lain. Menurutku sudut pandang ini bisa mempengaruhi masa depan, tindak lanjut, respon, dan pribadi. Dengan sudut pandang yang benar, masalah tidak akan terasa mengganggu, tapi dengan sudut pandang salah, hal baik pun bisa tidak dianggap. Sekali lagi, balik lagi ini adalah masalah/permainan mental, psikologi bukan fisik.
Aku baru ingat bahwa aku melihat kegiatan basket sebagai beban di 2 minggu lalu, ketika aku baru kembali dari 'hiatus' 3 minggu, dimana aku sakit, tidak bisa ikut, dan tidak bisa ikut kedua kali. Karena sudah 3 kali tidak ikut, aku cukup terbawa budaya 'malas' dan ingin menunggu bulan depan saja untuk ikut, sekalian bayar. Di minggu lalu aku juga sebenarnya cukup tertekan dengan kegiatan basket, akibat jadwalnya yang saat itu tampil 'menggagokkan' kegiatan lain. Juga karena pressure yang kurasakan di kegiatan lain luar membuatku kurang semangat saat main basket.
Minggu ini ternyata moodku sedang baik, aku sudah siap menghadapi lawan di latihan basket secara mental. Secara fisik, aku tidak latihan atau persiapan apapun, tapi ternyata lebih baik daripada yang kuduga. Ternyata faktor mood ini pengaruh, terutama kalau moodnya sedang tinggi, momentumnya besar.
Aku percaya, kita tidak bisa mengubah apapun yang telah terjadi di dunia ini, kita tidak bisa mengharapkan keajaiban, tapi kita bisa merubah cara pandang kita terhadap sesuatu, supaya tidak menjadi beban lagi. Bukan ubah orang lain atau hal lain, tapi kitanya.