AES237: Diriku yang Berbeda
haegenquinston
Saturday January 28 2023, 7:14 AM

Ketika kita, sebagai seorang individu, bisa peka terhadap lingkungan sekitar, peka terhadap perilaku diri, dan peka terhadap karakter hati diri. Maka kita bisa bilang, ia cukup bisa 'mengenal' dan melihat diri sendiri, melalui proses refleksi. Walau begitu, seseorang tidak bisa mengenal dirinya sendiri secara utuh dan sempurna, segala sesuatu pasti ada batasnya.

Mengenal diri sendiri juga bisa melalui orang lain. Pasti mereka juga punya pandangan, persepsi, bahkan insight mereka yang sangat bisa kita terima melalui percakapan. Sekaligus juga, pandangan mereka bisa menjadi cross-check bagi diri kita, apakah kita sudah melakukan refleksi dengan benar?

Dalam pengenalan diri, ada 4 buah jenis kategori. Yaitu known (diketahui oleh diri kita & orang lain), hidden secret (diketahui oleh diri kita tapi bukan oleh orang lain), blind spot (orang lain tahu, tapi bukan diri kita), dan unknown (tidak diketahui). Yang menarik bagiku adalah titik hidden secret & blind spot. Seharusnya, banyak dari kita memiliki titik-titik dan sifat yang berada dalam kategori tersebut.

Yaitu antara sesuatu yang kita simpan dalam-dalam & tidak diketahui oleh orang lain sama sekali, atau juga sifat yang orang lain tahu, namun kita tidak peka tentang keberadaan sifat tersebut. Misalnya, seseorang sepertiku, bisa saja menyimpan sifat perfeksionis namun tidak diungkapkan. Sebaliknya, mungkin saja aku memiliki kebiasaan postur tubuh yang kurang baik, yang orang lain sadari namun diriku tidak.

Nah, menurutku, diriku saat ini sudah sangat berbeda daripada dahulu, bahkan daripada semester lalu. Dalam diriku, ada sebuah energi ekstrovert yang muncul sesekali saja, yang tetap terdominasi oleh jiwa introvert. Dibandingkan beberapa bulan ataupun tahun lalu, dimana aku terikat dan selalu ingin menonton pertandingan basket setiap pagi (hari libur maupun saat kegiatan sekolah), saat ini aku merasa tidak lagi ingin selalu menonton basket, karena buang buang waktu. Tentu kecuali pertandingannya big match, aku memilih untuk melakukan kegiatan lain.

Sifatku ini berubah sejak tahun lalu, dimana Golden State Warriors mendapatkan juara. Kali itu, aku sudah merasa semua tujuan utama yang kuinginkan dalam pertandingan basket, sudah terpenuhi. Maka aku sudah tidak terlalu peduli lagi dengan hasil pertandingan regular season yang jumlah nya sangat banyak.

Aku juga saat ini bisa lebih peka terhadap sifat buruk diriku sendiri, yaitu kurang eksplorasi, mager & cepat menyerah terhadap sesuatu yang tidak aku sukai, kurangnya komitmen, dan tidak memiliki tujuan utama jelas. Tentu hal itu perlu kuubah, tidak mudah tapi bisa dilakukan dengan berjuang.

You May Also Like