Sekolah Beradaptasi Dengan Pandemi
Dalam masa pandemi saat ini pasti sangat sulit untuk beradaptasi, termasuk dengan sekolah. Dengan pandemi ini banyak sekali sistem yang harus diganti untuk membantu para pelajar bisa membiasakan belajar di rumah. Banyak sekali masalah-masalah yang terjadi karena pandemi covid-19. Masalahnya tidak hanya sekolah namun ke guru dan murid di sekolahnya.
COVID-19 adalah penyakit yang disebabkan oleh virus severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2). COVID-19 dapat menyebabkan gangguan sistem pernapasan, mulai dari gejala yang ringan seperti flu, hingga infeksi paru-paru, seperti pneumonia.
Layanan Belajar Dari Rumah (BDR) atau Learning From Home (LFH) di sekolah dapat dilaksanakan dengan baik harus adanya kesinergian antara guru dan orang tua peserta didik. Belajar Dari Rumah berisi program-program pendidikan, kebudayaan, dan hiburan untuk seluruh jenjang pendidikan.
Masalah utama dari BDR dan pergantian sistem itu karena covid-19. Karena covid ini, pelajar dan sekolah sedang kesusahan. Masalah utama dari sekolah sedang kesusahan itu karena murid kekurangan dana untuk sekolah, jadi para murid pindah ke sekolah negeri karena sekolahnya gratis. Sekolah swasta tutup karena kekurangan dana, begitu juga dengan sekolah dalam, tidak hanya kekurangan dana, kekurangan peralatan untuk sekolah offline, seperti gadget, internet dan listrik. Beberapa guru di sekolah swasta memiliki penurunan gaji karena keuangan dari pihak sekolah berkurang. Karena masalah ini aku mewawancarai salah satu kepala sekolah swasta yaitu Bapak Andy Sutioso.
Menurut Bapak Andy Sutioso kepala sekolah dari Rumah Belajar Semi Palar, “ Di hari pertama kantor sekolah sedang berantakan, namun seiring berjalannya waktu sudah mulai terbiasa dengan bekerja di rumah, sekarang kami sudah mulai mempunyai ide untuk murid dan guru untuk bisa optimal dengan pelajaran.”
Beberapa sistem sekolah harus diganti karena murid-murid dan guru-guru harus menyesuaikan dengan kondisi saat ini. Beberapa sistem juga diganti di kantor sekolah agar sekolahnya masih bisa berjalan dengan lancar.
“Selama pandemik sekolah berkurang 10% dari 215 sampai 197 murid pindah dari smipa.”
Karena sekolah-sekolah swasta tidak gratis seperti sekolah negeri, sekolah swasta mengandalkan keuangannya dari murid untuk bisa menjalankan sistem mau di kantor atau di kelas. Sekolah Swasta harus menyediakan barang-barang dengan uang spp (Surat Persetujuan Pembayaran) murid.
“Saat kami masih berkegiatan secara offline beberapa guru tidak bisa ikut meeting seperti guru olahraga dan guru bahasa inggris, tapi karena sekolah online semua guru bisa mengadakan meeting. Dan beberapa aplikasi dulu tidak terpakai, sekarang aplikasi komunikasi itu sangat berperan penting dengan proses sekolah online ini. Banyak sekali dampak baiknya.”
Dampak dari kegiatan online tidak semuanya dampak buruk, kita sudah melihat dampak yang sangat buruk seperti beberapa sekolah tutup karena pandemi, sistem diubah karena harus menyesuaikan dengan kondisi atau keadaan dan juga masalah di muridnya juga.
Kita mengerti semua dampak buruk dari sekolah ditutup karena kekurangan dana untuk keperluan sekolah seperti gaji buat para guru, peralatan sekolah dan lain-lain.
Terima Kasih untuk Bapak Andy sutioso sudah bisa meluangkan waktu untuk menceritakan pengalamannya di saat masa pandemi ini.
(7/09/2021)
Sekolah
Apa itu covid-19 (13/09/2021)
https://www.alodokter.com/covid-19
Apa itu bdr(11/09/2021)
https://www.liputan6.com/news/read/4225574/kemendikbud-gandeng-tvri-soal-program-belajar-dari-rumah-ini-jadwal-acaranya
Foto (15/09/2021)
https://kaltim.tribunnews.com/2021/06/25/sepi-peminat-sekolah-swasta-di-bontang-terancam-tutup-pendaftaran-terus-diperpanjang