Beberapa minggu yang lalu ,saya sepintas janji mau nulis lagi mengenai human design ke kak Andi, karena sudah ada beberapa ide untuk menulis yang ingin segera dituangkan, tapi…..akhirnya terjadilah apa yang seharusnya “terjadi”. Jadi hingga kini saya masih gagal menulis.
Sebenarnya sejak mengikuti pelatihan Human design dari kak Irwin, saya hampir setiap hari berselancar untuk mencari tahu lagi tentang human design. Jelas sekali Menarik, bikin penasaran, dan jadi ingin juga segera berbagi . tentu ada banyak blog juga yang enak dibaca …., mungkin seperti saat ini, kita pun akan meramaikan dengan tulisan tulisan .
Misalnya kalau boleh saya berbagi dalam tulisan ini, mengenai profil saya yaitu 3/5, Martyr Heretic. Sudah sempat dibahas tentunya sama kak Irwin mengenai profil 3 ini. Bagi saya, setelah mengetahui tentang profil martyr melekat pada saya, saya langsung wow. Berasa kena banget. Kata kak Irwin ini profil tahan banting. Alhamdulillah, saya tertawa lepas mendengarnya, karena dengan profil ini ketahanan banting itu bisa diakui juga he..he…
Nah dalam satu blog saya menemui tulisan begini , bahwa dalam profil 3 itu, dia dengan profil 3 memang dipersiapkan atau didesain untuk menemui “sesuatu” yang dikerjakan itu tidak akan berjalan sebagaimana mestinya. Mungkin ada ketidaksesuaian, eror, not good, turbulensi, tidak seperti yang diharapkan bahkan kegagalan.
Seperti awal tulisan saya yang saya berencana mau nulis tulisan ini, kalua tidak salah hari sabtu atau minggunya saya bilang ke Kak Andi akan menulis tentang human design lagi. Dan hari senin pagi saya rencanakan saya bisa beres menulis. Lantas apa yang terjadi. Biasanya saya punya waktu luang (maka bisa menulis) setelah selesai mengantar anak saya yang paling kecil ke sekolah. Ajaibnya, pagi itu, anak saya sakit perut, walhasil saya tidak jadi mengantar ke sekolah tapi justru pergi mengantri dokter di Klinik dekat rumah. Saya berpikir setelah pulang ke rumah dari klinik , saya bisa mulai menulis, meski sambil jaga anak saya yang diare. Tapi ternyata dugaan saya salah. Jam 10 saya mendapatkan pesan, bahwa mama saya yang sudah lansia, jatuh di kamar mandi. Akhirnya, harapan saya buyar untuk menulis. Saya mau tidak mau harus segera mengurus orang tua saya…
Itu sekilas mengenai profil 3 yang menemui “sesuatu” yang “It is not Work” . dan dari human design ini, salah satu “Not Self” saya adalah Frustasi. Ya, itu bisa saya bayangkan, bila banyak sekali kejadian kejadian yang kita alami harus berakhir dengan eror atau bahkan kegagalan. Mungkin bisa jadi gila karena depresi akibat frustasi yang parah. Beruntungnya saya, meski belum mengenal Human Design, saya melalui laku hidup “menghening”, saya jadi terbiasa membaca pola pola ini dan akhirnya bisa mengerti, sehingga seperti yang dikatakan kak Irwin, menjadi “tahan banting”.
Lantas apa untungknya belajar human design ?. saya coba berandai andai, jika sejak awal saya tahu bahwa profil 3 memiliki pola seperti itu, maka diri bisa Bersiap dengan lebih baik. Salah satunya bisa meminimalisasi energi. Bagaimanapun dalam perjalanan hidup yang saya alami, penyakit stress itu menyerangnya minta ampun. Banyak sekali energi dan waktu yang dikerahkan untuk berhadapan dengan ini. Nah bila kita lebih dulu tahu polanya, tentu manajemen stress nya akan lebih baik, yang berakibat kepada manajemen safety, healthy diri lebih baik pula. Bahkan cost pun bisa minimalis he..he..dan kita tidak tua dengan stress ya. (oh ya sedikit tentang stress, sebenarnya stress itu dalam kehidupan biasa saja. Itu pasti menghampiri kita. Tapi stress berkepanjangan tidak baik. Oleh karena itu, manajemen stress itu perlu sekali)
semisal kejadian saya diatas, dimana saya sudah berniat nulis, dan akhirnya tulisan ini bisa selesai. lalu andaikan frustasi (sebagai not self saya) menguasai saya, maka tulisan ini gak akan pernah jadi. sebagai Martir dalam profil 3 itu, sepertinya ia tak akan menyerah meski harus berjibaku dengan berbagai ketidaksesuaian
Jadi, untungnya memahami profil 3 dari human design , diri akan lebih siap untuk berbenturan dengan “badai” apapun. Dia memiliki dinamika tinggi untuk hidup dalam situasi tak menentu atau lingkungan yang berubah cepat. Lantas, hasil nya apa kalau jadi lebih siap ? ya diri jadi lebih tenang ,damai, enjoy. bukankah itu kenikmatan yang sesungguhnya dari kehidupan ini ? apalagi bisa berhasil, puas rasanya.
Demikian teman teman, semoga ada manfaat nya tulisan ini. Semoga bisa terus belajar human design. Rahayu, sehat semua ya.(alfatiha wa salawat)
Heningrumahhati 
Gbr : Pinterest di post oleh Caitlin Spies