Dalam khasanah sastra nusantara, pendidikan anak-anak mencakup bimbingan moral, spiritual, dan intelektual yang dimulai sejak usia dini. Berdasarkan teks yang berisi panduan etika dan kebijaksanaan, tahapan pendidikan anak-anak memiliki beberapa fase penting yang terbagi dalam beberapa jenjang.
Pada usia 0-5 tahun, dikenal sebagai fase “Cinta dan Perlindungan”. Pada fase ini, anak-anak masih dalam tahap perkembangan fisik dan emosional. Orang tua diharapkan memberikan kasih sayang, perhatian, dan perlindungan sepenuhnya. Anak belum dikenakan disiplin yang ketat, namun sudah mulai diperkenalkan dengan nilai-nilai kebaikan melalui cerita, dongeng, dan teladan orang tua.
Selanjutnya jenjang usia 5-10 tahun, fase “Pengajaran dan Disiplin”. Pada fase ini, anak-anak mulai dikenalkan dengan pendidikan formal dan non-formal, yang menekankan bahwa usia ini adalah waktu untuk menanamkan disiplin, tanggung jawab, dan nilai-nilai moral yang lebih konkret. Pengajaran tentang nilai, kewajiban moral, etika, serta rasa hormat kepada orang tua dan guru diperkuat dalam kehidupan sehari-hari.
Memasuki usia 10-16 tahun, yang dikenal sebagai fase “Pendidikan dan Pengawasan”, anak mulai memasuki usia remaja, anak-anak mulai lebih terlibat dalam pendidikan formal dan pengetahuan spiritual. Pada fase ini, orang tua dan guru diharapkan memberikan pendidikan yang lebih mendalam tentang kebenaran moral, kesejahteraan materi, dan keinginan yang benar. Pengawasan yang lebih ketat juga diperlukan untuk membantu anak tetap berada di jalur yang benar, terutama dalam hal pengendalian diri dan perilaku sosial.
Pada jenjang usia 16 tahun ke atas, yaitu fase “Pembebasan dan Kemandirian”, anak-anak dianggap telah dewasa dan siap untuk menjalani kehidupan mandiri. Pendidikan yang telah diberikan diharapkan sudah membentuk karakter yang kuat, tanggung jawab, dan pengetahuan yang cukup untuk menjalani hidup sesuai dengan kebenaran moral. Orang tua mulai memberikan kebebasan kepada anak-anak untuk menentukan jalan hidup mereka, namun tetap dengan bimbingan dan nasihat jika diperlukan.
Prinsip utama teks etika dan kebijaksanaan Nusantara dalam pendidikan menekankan pada; 1) Kebenaran Moral: Pendidikan harus selalu didasarkan pada prinsip-prinsip kebenaran dan kewajiban moral. 2) Kejujuran: Kejujuran menjadi nilai utama dalam setiap aspek kehidupan. 3) Tidak Menyakiti: Mengajarkan anak untuk tidak menyakiti makhluk hidup lain. 4) Hukum Sebab-Akibat: Anak-anak diajarkan bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi, dan mereka harus bertanggung jawab atas tindakan mereka.
Melalui tahapan ini, anak-anak diharapkan berkembang menjadi pribadi yang memiliki keseimbangan antara nilai spiritual dan pengetahuan duniawi, sehingga dapat berperan positif dalam masyarakat.