Hari Arwah, All Souls Day di bulan November ini bagi umat Kristiani merupakan waktu untuk mendoakan dan mengenang mereka yang telah meninggal. Pie Iesu Domine, Dona ies requiem sempiternam
Kucoba menulis satu demi satu nama orang-orang yang telah pergi. Dari yang terdekat dan sangat kusayangi, hingga yang hanya kukenal nama ataupun tidak kukenal langsung. Dari yang kepergiannya terhantar dengan upaya terbaik yang dapat diberikan, hingga yang hanya terhantar lewat doa selamat jalan. Mengingat kembali sosok demi sosok yang sempat hadir, yang memberi makna dan warna dalam hidup, membangkitkan kenangan, membangunkan kerinduan. Mengingat kembali wajah, senyum dan tawa, cara bicara, cerita-cerita, pengalaman bersama, kebiasaan-kebiasaan unik, kesukaan dan ketidaksukaan, mimpi-mimpi.. Berbagai kenangan yang sudah tersaring seiring waktu dan kepasrahan, menyisakan butir-butir halus yang padat rasa.
Cuaca yang terus mendung, gerimis panjang, hujan melembabkan, menambah sendu rasa yang terbangun. Sempat pula mengikuti doa untuk seorang teman yang sedang berjuang, mengatasi kondisi fisik yang tetiba membawanya pada situasi kehilangan kesadaran. Situasi yang tak ayal membuat sedih, gelisah, tak berdaya banyak orang di lingkar-lingkar hidupnya. Yang dapat dilakukan adalah mengirim doa yang terbaik untuknya, dan seperti yang dituliskan pak Jo, mengingat dan mensyukuri kebaikan, kebahagiaan, keseruan yang pernah ia hadirkan, mudah-mudahan menjadi sumbangan energi positif yang membantunya.
“Strange, isn’t it? Each man’s life touches so many other lives. And when he isn’t around he leaves an awful hole, doesn’t he?” Clarence Odbody, George Bailey’s Guardian Angel in ‘It’s a Wonderful Life’