Angka Kemiskinan di Jakarta Naik Sebab Angka Pengangguran Melonjak
Jasmine Shira Lathifa
Thursday December 9 2021, 9:19 AM
Angka Kemiskinan di Jakarta Naik Sebab Angka Pengangguran Melonjak

Semenjak pandemi ini, ada banyak dari masyarakat Jakarta yang tergolong miskin dan banyak juga yang kehilangan pekerjaannya. Mereka sulit untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka. Karena itu, angka kemiskinan dan pengangguran di Jakarta naik drastis dibandingkan sebelum pandemi. 

Menurut catatan BPS DKI Jakarta, penduduk miskin di DKI Jakarta sekarang sudah mencapai 501.920 orang per Maret 2021. Angka kemiskinan di DKI Jakarta mencapai 4,72% dari total penduduk DKI Jakarta. Angka kemiskinan di DKI Jakarta saat awal pandemi, yaitu pada Maret 2020 mencapai 480.860 atau mencapai 4,53% dari total penduduk DKI  Jakarta pada Maret 2020. 

Dari Maret 2020 sampai Maret 2021 angka kemiskinan itu naik 21.460. Angka tersebut bertambah 0,19% dari total penduduk DKI Jakarta.  Jika kita membandingkan kenaikan angka kemiskinan pada Maret 2020 dan Maret 2021, jelas angkanya naik banyak. Angka kemiskinan ini lebih banyak datang dari munculnya angka pengangguran. Angka pengangguran yang muncul mencapai 261.500 pada Maret 2021. Saat pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), banyak pekerjaan yang tidak bisa dilakukan dan pelanggan yang datang berkurang. Sehingga beberapa perusahaan ada yang bangkrut dan beberapa orang harus berhenti bekerja karena dipecat. Untuk mencari pekerjaan pun lebih sulit karena keterbatasan teknologi dan lowongan kerja. 

Berdasarkan situs berita online megapolitan.kompas.com yang mengulas sebuah kasus pekerja bernama Yohan seorang warga Mangga Besar, Jakarta Barat yang sudah menganggur selama 6 bulan akibat perusahaan tempat bekerjanya mengurangi karyawan. Awalnya, ia dan beberapa karyawan lain hanya dipotong gajinya. Selama pemotongan gaji juga ia percaya bahwa saat itu ada beberapa karyawan yang dipecat. Tak lama setelah pemotongan gaji, ia dipecat. Ia tidak menyangka ia akan dipecat sebab ia adalah salah satu karyawan terlama di sana. Yohan sudah melamar ke banyak perusahaan lagi tetapi belum saja diterima. Ia mengaku bahwa sangat sulit untuk mencari pekerjaan sekarang (di masa pandemi). Tercatat bahwa ada lebih dari 5 juta pekerja yang terkena PHK akibat pandemi.

Sebetulnya Pemprov DKI Jakarta telah memiliki program untuk menekan angka kemiskinan menjadi zero. Seperti yang dilangsir dari situs berita daring, Beritasatu.com, beberapa hal yang akan dilakukan sebagai program menekan angka kemiskinan di DKI Jakarta menjadi nol adalah: 

Pertama, sejumlah program bantuan sosial seperti Kartu Anak Jakarta (KAJ), Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ), Kartu Lansia Jakarta (KLJ), Kartu Jakarta Pintar Plus (KJP Plus), Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan yang bersumber dari APBD, dan Pangan Murah.

Ada juga upaya dari pemprov DKI Jakarta dan pemerintah pusat untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa pandemi. Sesuai dengan informasi yang didapatkan dari Beritasatu.com upaya ini dilakukan melalui kebijakan  social safety net (untuk masyarakat  yang ada di bawah garis kemiskinan), termasuk juga social safety rope (untuk masyarakat yang rentan miskin/transient) dengan cara memberikan bansos sembako pada 2020 dan bantuan sosial tunai pada 2021.

Banyak hal yang menjadi tidak stabil selama masa pandemi ini. Salah satunya adalah ekonomi masyarakat. Banyak dari perusahaan yang  terpaksa harus mengurangi tenaga kerjanya agar ekonomi perusahaannya stabil. Tetapi pegawai yang dipecat juga rugi. Karena itu, mereka harus mencari pekerjaan baru. Sementara mencari pekerjaan saat pandemi ini tergolong sulit. Untungnya, pemerintah DKI Jakarta mengeluarkan upayanya untuk membantu masalah ekonomi ini. 

#Kelompok Jamuran #Artikel Eksp

You May Also Like