Resensi Buku Kita Pergi Hari Ini
Jia
Thursday August 21 2025, 10:21 AM
Resensi Buku Kita Pergi Hari Ini

Judul: Kita Pergi Hari Ini

Penulis: Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie 

Jumlah Halaman: 194 halaman

Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia [KPG]-Jakarta

Tanggal Terbit: Oktober 2021

ISBN: 978-623-134-269-0

Bahasa: Indonesia

Novel ini dipenuhi oleh imajinasi. Imajinasi indah dan mengerikan, semuanya dijelaskan dengan detail oleh sang penulis, Ziggy. Dengan gaya menulisnya yang khas, semua imajinasi tersebut dijelaskan dengan tambahan kata-kata yang indah. Penyusunan kata-katanya juga sangat khas. Selain penulisannya, imajinasi dari Ziggy sangatlah luas. Imajinasi tersebut tertuang dengan baik sehingga ia seperti sedang menyalurkan imajinasinya kepada para pembaca. Imajinasi Ziggy sangatlah liar hingga pembacanya bisa menjadi ambigu. Imajinasinya terkadang absurd dan mengerikan. Awalnya yang seperti buku cerita anak-anak sangatlah menipu. Ia dapat memasukkan makna mendalam yang diperlihatkan secara perlahan.

Sinopsis:

Mi, Ma, dan Mo adalah anak-anak dari Pak Mo dan Bu Mo. Suatu hari, mereka dipertemukan dengan Nona Gigi, seekor kucing luar biasa. Nona Gigi akan mengurus mereka semua sembari Pak dan Bu Mo pergi bekerja. Tidak lama setelah itu, mereka bertemu orang baru lagi. Tetangga mereka yang kembar, Fifi dan Fufu. 

Suatu hari, semua anak-anak itu diajak pergi ke Kota Terapung Kucing Luar Biasa oleh Nona Gigi. Akhirnya mereka semua pergi, perjalanan mereka tidaklah sederhana, melewati banyak sekali keajaiban yang indah maupun mengerikan. Di Kota Terapung, mereka berjalan-jalan dan bermain. Tapi semakin lama mereka di sana, ada banyak bayang-bayang yang mengerikan. Rahasia dari Kucing Luar Biasa terbuka, mereka “memburu” anak-anak. Semua anak-anak itu buru-buru kabur. Namun Fifi tidak selamat. 

Setelah akhirnya mereka kembali ke pelukan orang tua mereka. Tapi tiba-tiba orang tua mereka tidak mengingat Fifi? Semua anak-anak menangis kebingungan dan tidak ada yang tahu nasib Fifi. Orang tua mereka berbisik, “Sial, hanya berkurang satu.”

Kelebihan:

Buku ini ditulis dengan susunan kalimat yang khas dan indah. Gaya menulisnya juga tidak membosankan namun masih dapat dipahami dengan jelas. Ada imajinasi yang sangat liar di dalam buku ini, namun tetap ada makna mengerikan dan plot twist yang dimasukkan secara perlahan. Dalam membaca buku ini, emosi dan pemikiran pembaca akan diacak-acak dengan liar. 

Kekurangan:

Walaupun imajinasinya liar dan indah, serta ada plot twist, alur ceritanya kurang konsisten dan terstruktur. Bagian awal yang kurang penting dijelaskan dengan detail dan kejadian di awal sangatlah banyak. Tapi bagian plot twist atau konflik cerita sangatlah singkat dan terburu-buru. Tidak hanya gaya menulisnya yang lebih tidak detail, namun kejadiannya sangat tidak imbang. Rasanya cerita di awal hanya

Pesan moral:

Jika belum mampu menghidupi seorang anak, janganlah mempunyai seorang anak. Karena nantinya anak itulah yang akan disalahkan dan mendapat dampak yang tidak pantas untuk mereka. Padahal yang membuat keputusan bukanlah anak itu, namun orang tuanya. Dan anak kecil adalah manusia seutuhnya, bukan hanya “anak kecil”. Orang dewasa harus dapat melihat anak kecil sebagai sesama manusia yang memiliki pemikiran dan pendapat walau belum seperti para orang dewasa.