AES 132 Hungry
joefelus
Saturday October 2 2021, 1:19 AM
AES 132 Hungry

Apakah orang yang lapar dapat menulis? ini pertanyaan sungguh-sunguh yang ingin saya lontarkan. Sama seperti kak Andy, hari ini otak saya kosong. Tidak ada ide untuk menulis dan satu-satunya yang saya inginkan adalah menyelesaikan hari Jumat ini dan ingin cepat-cepat ke hari Sabtu karena saya punya rencana besar untuk pergi ke desa, menjauh dari rutinitas harian saya yang akhir-akhir ini menggila dengan pekerjaan yang penuh dengan masalah.

β€œThe hungry writer is a good writer” β€” Kata Seneca the Hungry. Hmmm... ini menarik sekali tapi saya tidak sependapat, sebab perut lapar seperti saat ini membuat saya tidak bisa konsentrasi sama sekali. Sebentar-bentar perut saya berkontraksi minta perhatian. Memang salah saya karena semalam saya skipped dinner, sudah terlalu malam untuk makan setelah pergi menemani Nina ke Walmart karena mencari perangkap tikus! Iya apartemen kami akhirnya terkontaminasi tikus dari tetangga yang jorok. Tidak tanggung-tanggung katanya ada 3 sebesar ibu jari kaki. Tikus di sini mungil-mungil tidak seperti wirok, tikus got raksasa berpantat botak di Bandung yang hampir sebesar anak kucing!

Sebentar-sebentar saya melihat jam karena sudah janji mau lunch date dengan Nina, mumpung boss kerja dari rumah, jadi saya agak bandel sedikit curi-curi waktu untuk makan siang bareng pacar. Tapi Nina ada office hour, dan baru bisa bertemu saya selewat pukul 12:30, 1 jam sesudah jam normal saya makan siang. Jelas lah perut saya protes! Sampai saat ini pikiran saya masih buntu belum tahu akan menulis apa.

Saya buka sebuah artikel soal menulis dikala lapar. Nasihat pertama: Tulislah ketika lapar! Boro-boro, dari tadi perut saya teriak-teriak terus, jangankan nulis, saya cuma bisa membayangkan supergreens, orange chickens, kungpao chicken atau honey walnut shrimps! Dan saya tidak mau nulis soal makanan sebab efek ke perut semakin dasyat!

Nasihat kedua: Pura-pura jadi expert! Katanya orang lain cenderung mengikuti dan meniru orang yang mereka kagumi. Berpura-pura sebagai ahli bakalan banyak pengikutnya seperti contohnya jago bahasa kalangkabut di Indonesia yang saya lupa namanya Vicky apa gitu, yang bahasa Indonesia dicampur dengan bahasa Inggris tidak karuan! Buktinya katanya pacarnya atau mantan istrinya banyak dan cantik-cantik! hahaha... itu mah impostor namanya! Saya tidak punya keahlian apa-apa, jadi memang harus pura-pura, tapi pura-pura di depan saudara dan keluarga sendiri di AES sih ogah! Toh keluarga saya sudah tahu modal saya apa, jadi pura-pura jadi ahli tidak berlaku di sini! Gagal lagi!

Nasihat lain lagi: Curi ide dari yang lain! Hmmm... ini bisa dicoba, saya buka tulisan kak Andy, lah judulnya Kosong! hehehehe Gawat ini mah! Saya buka tulisan bang Ahkam, lah isinya tokoh piawai bahasa berantem. Saya selalu kalah kalau berantem, jadi saya mundur saja cari aman, tidak mau berantem! Saya buka tulisan-tulisan lain, banyak isinya soal mengenal diri sendiri! Nah saya sudah berusaha mengenal diri sendiri selama puluhan tahun, males, bosen, malah ngeri kalau semakin mengenal malah saya ngajak musuhan dengan diri sendiri karena pinginnya makan terus sementara diri yang lain pingin tetap langsing, ujung-ujungnya malah berantem dalam diri, dalam keadaan lapar semacam ini bisa kacau!

Akhirnya saya putus asa dan memutuskan untuk tidak mengikuti nasihat artikel itu karena tidak menghasilkan tulisan yang seru dan bermutu.

Eh, sedang bengong ada WA dari Istri! Perangkap tikus yang semalam saya pasang dengan umpan peanut butter (gaya bule begitu, bukan keju seperti di film kartun loh!) Berhasil dengan gilang gemilang, 2 ekor tikus mungil imut jadi korban. Saya agak sedih tapi saya juga tidak bisa hidup bersama tikus. Tikus mungil ini mengingatkan saya pada nostalgia membaca buku tiap malam ketika Kano masih kecil, Good Night Moon. Dulu sambil membaca Kano dan saya hunting tikus kecil di ilustrasi gambarnya. Pernah saya tulis di esai saya nomor 53, masih ada di Ning dan belum sempat saya pindahkan ke sini. Nanti sore deh, sesudah lapar saya hilang. baiklah, sebagai bukti bahwa saya berhasil dapat tikus, saya tampilkan fotonya di sini (plus tikus bule yang di atas): Tadaaaaaaaaa!!!!!

Beginilah hasilnya kalau sedang lapar dan dipaksa menulis! πŸ™ˆ Hahahahaha. Maaf ya tikus imut, kamu imut tapi saya tidak bisa hidup bersamamu πŸ˜ͺ

Andy Sutioso
@kak-andy   5 years ago
Tulisan yg seru nih... segala macam ditulis karena ga ada ide... ujung2nya tulisannya jadi panjang. 😁
joefelus
@joefelus   5 years ago
hahaha iya kak... edisi meracau ini hahahaha
yulitjahyadi
@yulitjahyadi   5 years ago
Hahaa... menyenangkan bacanya, tapi sedih liat tikusnya... πŸ™ˆ
joefelus
@joefelus   5 years ago
Terima kasih, Memang saya juga sedih, tapi kalau tidak ditangkap mereka sekali beranak bisa banyaaak sekali. Teman saya nangkap hampir 30 ekor!