AES 53 Books
joefelus
Wednesday July 14 2021, 4:09 AM
AES 53 Books

Sesudah sepagian duduk di depan komputer di kantor, mata rasanya mulai lelah lalu teringat bahwa hari ini saya belum menyiapkan tulisan essay untuk kegiatan Atomic Essay Smipa. Serius, sesudah berjam-jam memandangi layar monitor, keinginan untuk berhenti menggunakan komputer sangat kuat. Godaan untuk tidak menulis juga sangat besar. Tapi membayangkan bagaimana saya nanti akan menyesal karena sudah lebih dari 50 hari tanpa henti menulis, saya tidak mau begitu saja menyerah.

 

Lalu iseng-iseng saya membaca sana sini essay-essay di Smipa dan memberi komentar atau menjawab komentar yang ada di sana. Tiba-tiba perhatian saya terpaku pada gambar ilustrasi essay milik Tasha, dan berpikir tentang kapan terakhir kali saya pergi ke toko buku. Wah sepertinya lama sekali, mungkin terakhir kali ketika saya membeli bukunya Mitch Albom di Denver sekitar bulan Oktober sebelum pandemi, jadi tahun 2019. Sudah hampir 2 tahun yang lalu. Semenjak pandemi saya hampir tidak pergi ke mana-mana karena mengindari banyak kerumunan.

 

Dulu ketika Kano masih baru bisa berjalan, pergi ke toko buku adalah kegiatan setiap hari. Betul, setiap hari! Bukan karena saya selalu membaca, tidak! Tapi somehow, toko buku menjadi tempat favorit kami. Buku terakhir yang saya beli juga belum selesai saya baca. Kegiatan membaca buku saya memang mood-mood-an. Ada banyak buku yang masih numpuk yang belum selesai  saya baca, banyak dan untuk mengumpulkan mereka sepertinya saya harus hunting sekeliling rumah. Ada yang di samping tempat tidur, ada yang di kantor, ada yang di coffee table di ruang keluarga depan TV dan entah di mana lagi. Tapi buku-buku itu masing-masing mempunyai cerita tersendiri mengenai peristiwa di mana saya memperolehnya! Buku Mitch Albom terakhir yang saya beli itu saya peroleh di Denver ketika badai salju akan turun. Saya mampir ke toko buku yang "kuno" atau istilah sekarang retro hahaha.. alias lantainya masih dari kayu tua, rak bukunya tidak seindah ilustrasi yang Tasha tampilkan. Tapi bagi saya toko buku itu seperti sorga pengetahuan, hiburan, ribuan cerita yang diabadikan oleh para penulisnya. Sekali lagi Sorga!

 

Buku! Nah dulu saya rajin membeli buku, terutama untuk Kano. Buku pertama yang dia sukai dari semacam plastik yang bisa dia bawa mandi dan digigit-gigit karena waktu itu dia hanya bisa melihat gambar dan meraba-raba tekstur. Ada buku yang sangat dia gemari seperti Good night Moon yang saya atau ibunya bacakan setiap malam. Sambil mendengarkan cerita Kano senang mencari tikus yang ada di ilustrasi buku itu, jadi sambil membaca, kami bermain I spy with my own eye. Seru! Buku lain yang Kano suka adalah The Sweet Smell of Christmas. Buku itu memang menyajikan wangi-wangian sebagai bagian dari eksplorasi perkembangan indera nya. Saking seringnya membaca/dibacakan sampai Kano hapal. Saya ingat saya membaca 2 kata," Down inside.." dan Kano nyerocos melanjutkan sederet kata-kata hingga akhir paragraf. Membaca buku menjadi momen-momen indah bounding antara Kano dan orang tuanya.

 

 

Buku! Buku-buku disamping menyajikan banyak hal ketika membacanya tapi juga menjadi media yang erat kaitannya dengan perjalanan hidup. Saya ingat betapa sulitnya kami (saya dan ibunya kano) untuk akhirnya melepaskan buku-buku itu yang jumlahnya ratusan dan saya taruh di atas meja di warung Ibu Sum, di kantin Smipa untuk dibagi-bagikan jika ada teman-teman orang tua yang tertarik. Mengapa berat? sebab buku-buku itu bagi kami seperti semacam benda bersejarah, benda yang "sacred" karena menjadi semacam penjelmaan dari peristiwa-peristiwa yang sangat intim yang mempunyai nilai-nilai emosional yang sangat tinggi. Kami akhirnya memilih untuk membagikan karena sadar bahwa buku-buku itu memberi kemungkinan akan mempunyai peran yang sama di keluarga-keluarga lain. Mudah-mudahan buku-buku itu memperoleh tempat istimewa di banyak hati yang lain seperti yang sudah kami rasakan selama bertahun-tahun.

 

Hmm.. aneh juga, dari malas, tidak tahu akan menulis apa, tiba-tiba mengalir dan hanyut dalam emosi yang indah seperti ini. Thanks for reading this if you just finished until this part!***

yulitjahyadi
@yulitjahyadi   5 years ago
Thanks for sharing 😁❤