Asyiknya minggu pagi adalah tidak perlu bangun terlalu pagi. Bermalas-malasan di tempat tidur itu suatu kemewahan dan sulit diperoleh di masa-masa sekarang. Karena hidup kita penuh dengan jadwal dan rencana.
Kalender menjadi bagian dari keseharian. Tiba di meja kerja langsung buka kalender dan melihat jadwal hari ini, tugas apa saja yang harus diselesaikan, ada berapa meeting hari ini, berapa banyak berkas yang harus di upload agar akuntan dapat segera menyelsaikan pembayaran. Dan sebagainya dan sebagainya. Kita menjadi sebuah robot yang bergerak sesuai command yang sudah diatur sejak awal, hidup kita dijadikan semacam program dan dengan demikian kita mudah tersesat karena lupa akan arah hidup yang sebetulnya sejak awal kita inginkan.
Segala kesibukan itu menyita waktu hampir sepanjang hari hingga lupa tentang arah tujuan hidup kita sehingga sangat mudah diterka mengapa hari minggu saya ingin berbeda dengan hari-hari yang lain, terlepas dari segala keharusan dan tugas. Hari ini saya ingin dipergunakan untuk diri sendiri tanpa harus mengikuti jadwal, tanpa harus berpacu dengan waktu dead line untuk menyelesaikan tugas. Saya ingin waktu bergerak sesuatu keinginan saya tanpa ada target. Saya ingin melepaskan diri dari segala rutinitas dan kalau bisa melihat ke dalam diri, refleksi, atau hanya sekedar beristirahat.
Ketika kita menjalani hidup dengan cara semacam auto pilot dan tanpa awareness karena terjebak dalam rutinitas sehari-hari, seperti yang saya katakan seolah-olah berada di dalam sebuah lorong yang berbelit-belit tanpa sadar ke arah mana kita menuju, kita hanya bisa mengubahnya dengan menjadi aware! Dengan awareness, kita akan dapat menyadari apa yang sedang terjadi, apa yang salah dan kita dapat segera mengubahnya. karena hidup itu selalu mengalir dan selalu berubah.
Memang yang saya ungkapkan itu sangat mudah diucapkan tapi belum tentu mudah melakukannya. Anthone de Mello berkata: “Life is always flowing, life is always changing. […] When you cling, life is destroyed; when you hold on to anything, you cease to live.” ***
Photo: Giornate Catacombe, Rome