Menjelang perayaan natal, saya selalu ingin menjadi anak-anak kembali. Perayaan yang penuh dengan warna, lampu-lampu dan hiasan yang meriah, makanan dan yang pasti hadiah. Entah siapa yang memulai dengan kebiasaan ini, tapi yang pasti sejak saya kecil memang saya selalu bahagia dengan perayaan menjelang akhir tahun ini, tidak tanggung-tanggung hingga sudah dewasa, saya selalu ingin mengulang perasaan yang sama di masa-masa yang indah dan seru ini.
Walau ketika kecil saya tidak selalu mendapat kesempatan untuk menikmati keseruan semacam ini, setidak-tidaknya saya bisa menyaksikan orang lain dan itu sudah membuat hati saya gembira. Walau harus menikmatinya secara sederhana karena keluarga saya di kampung bukan keluarga berada, kegembiraan menikmati pohon natal ala kadarnya yang dibuat dari kertas minyak dan cabang-cabang pohonnya dari kawat, sudah memberikan kenangan yang indah. Saya menyaksikan ayah saya membuat pohon natal itu dari kertas minyak berwarna hijau, dan saya begitu senang membantu mengihiasnya dengan lampu yang berkelap-kelip, menggantung ornamen dan slinger yang berwarna warni. Itu buat saya saat itu sudah sangat luar biasa. Apalagi di malam hari duduk memandangi pohon itu dengan diiringi lagu-lagu natal jadul yang dinyanyikan oleh Pat Boone, Andy William, Connie Francis atau Frank Sinatra, saya merasa berada di alam yang berbeda.
Saya hampir tidak pernah mendapat hadiah natal! Saya tidak ingat sama sekali apakah pernah mendapat hadiah, bahkan saya tidak mengenal tradisi Santa Claus atau jaman saya kecil memanggilnya Sinterklaas dan Zwarte Piet. Saya hanya tahu dari cerita saja.
"How could you lie to me about Santa? I was suspicious when I saw the handwriting on the presents looked like yours!" kata Kano beberapa tahun yang lalu ketika akhirnya mengetahui bahwa hadiah yang dia peroleh selama ini berasal dari orang tuanya.
"Well, it was fun, wasn't it?" Jawab saya "I have never experienced what you had when I was little. So I wanted you to have whatever I used to dream when I was a little child." Kata saya lagi.
"I cannot believe I fell into that scam. I used to stare at the ipad watching where Santa was flying and wondering when he was coming to deliver my presents!" Kata Kano lagi sambil tertawa-tawa. Ya saat itu ketika Kano kecil kami sengaja mengunduh sebuah aplikasi yang bisa melihat di mana Santa terbang. Semalaman biasa kami bertiga duduk dan saya sangat menikmati menyaksikan bagaimana Kano begitu ceria dan excited memandangi aplikasi itu.
"Look, Dad! Santa is flying above Spain!" Kata Kano. Hahaha.. Ya itu yang dulu kami lakukan di malam Natal ketika Kano masih kecil. Dia ngotot tidak mau tidur karena ingin melihat Santa ketika tiba di rumah tapi rasa kantuknya mengalahkan dia sehingga dia tertidur sebelum tengah malam dan memberikan waktu untuk ayah dan ibunya untuk menaruh semua hadiah-hadiah yang sudah cukup lama disembunyikan dari pandangan dia.
Keseruan semacam itu berlangsung bertahun-tahun hingga akhirnya terbongkar juga. Setiap kali dia menanyakan, saya selalu berusaha mencari cara agar tidak perlu menjawab karena saya tidak mau berbohong. Bahkan 5 tahun lalu Kano masih percaya ketika memperoleh Xbox dari Santa. Saya waktu itu sedang bekerja di luar kota, Natal waktu itu ada badai salju sangat tebal dan saya punya kesempatan untuk ngobrol lewat telepon. Kano menunjukkan hadiah-hadiah yang dia peroleh dengan sangat gembira.
Tidak ada yang lebih indah memandang segala sesuatu melalui mata anak-anak. Dunia serasa damai penuh kebahagiaan dan tanpa masalah. Anak-anak begitu polos menerima segala sesuatu apa adanya tanpa rasa curiga. Natal merupakan saat-saat yang bagi mereka sangat indah dan menyenangkan.

Akhir pekan kemarin saya ingin jadi anak-anak lagi dan pergi mengunjungi sebuah theme park yang kebetulan tahun ini didatangi oleh Luminova, sebuah perusahaan yang menyuguhkan berbagai hiasan natal yang penuh cahaya. Indah sekali. Tahun lalu seingat saya perusahaan ini mengunjungi Texas, saya beruntung mereka ada di Denver tahun ini. Jadi kami bersama-sama teman-teman yang lain sengaja menginap di Denver agar malamnya dapat pergi ke theme park itu yang penuh dengan jutaan lampu. Kami serasa memasuki hutan cahaya yang sangat luas! Untuk sesaat saya kembali menjadi anak-anak dan menikmati suasana itu sepuas-puasnya hingga kaki terasa pegal-pegal.
Jadi ingat salah satu petikan dari syair lagu Natal yang saya gemari:
Each one of us has a story to tell
of a favorite Christmas, we remember so well.
Now we add to those memories as Christmas draws near
with the children around us, we treasure so deep.
Chorus:
And no matter how old or how young you may be
The magic of Christmas is there to see
The peace and the love and the faith all the while
Seeing Christmas through the eyes of a child.