AES 947 Refleksi akhir tahun 1: Through The Year
joefelus
Wednesday December 27 2023, 12:38 PM
AES 947  Refleksi akhir tahun 1: Through The Year

Ini bukan judul lagunya Kenny Rogers, walau ada di suatu masa saya suka lagu ini karena bercerita tentang sebuah relasi yang saling menguatkan. Kenny Rogers itu bagi saya seperti Rinto Harahapnya Amerika, banyak balada yang mendayu-dayu hahaha.. Saya hanya suka beberapa lagunya karena liriknya sangat bagus, termasuk lagu Through The Years ini yang sebetulnya dikarang oleh 2 orang yang musiknya diselesaikan hanya dalam waktu 15 menit, entah kalau liriknya. Menarik sekali mengetahui kisah dibaliknya. Eniwei, bukan ini yang ingin saya obrolkan hari ini.

Kemarin hari ulang tahun Nina. Iya, bertepatan dengan hari Natal. Dia dari kecil membenci hal ini, berulang tahun bertepatan dengan hari Natal. Sejak kecil dia selalu ulang tahun ketika sekolah libur sehingga tidak pernah bisa merayakan bersama teman-temannya di sekolah dan di rumah selalu dirayakan bersamaan dengan Natal, Nina menganggap hari ulang tahunnya jadi tidak spesial. 

Di media sosial saya menulis betapa kami berdua diberi anugerah melimpah sepanjang tahun ini. Saya katakan bahwa tahun ini bukan merupakan tahun yang mudah bagi kami berdua. Bagi saya pribadi ini adalah tahun yang sangat berat, dan saya bersyukur bahwa kami berdua dapat melaluinya. Itu pada intinya yang saya ungkapkan, dan hanya sebagian teman-teman dekat dan yang mengenal kami berdua yang mengerti ketika saya mengatakan itu,

Saya pernah ngobrol dalam esai saya bahwa manusia cenderung memberikan perhatian yang lebih pada hal-hal yang negatif. Otak manusia memang memiliki kecenderungan alami untuk memberikan porsi yang lebih pada pengalaman dan kejadian buruk. Para psikolog mengatakan ini sebagai negative bias sehingga menyebabkan manusia lebih memfokuskan diri pada satu hal buruk daripada setumpuk hal-hal yang baik. Hal-hal negatif secara umum melibatkan proses berpikir yang lebih banyak dan memproses informasi yang lebih mendalam daripada hal-hal yang positif. Itu juga mengakibatkan kita akan lebih mudah membuat daftar hal-hal negatif pada diri kita daripada hal-hal yang positif. Itu bahkan sudah saya buktikan ketika dalam rekoleksi bersama para siswa yang dulu saya didik. Saya meminta mereka membuat daftar keburukan yang mereka miliki dan kebaikan yang mereka sadari. Hasilnya hal-hal buruk dapat mereka tulis berlembar-lembar sementara hal yang positif hanya dapat dihitung dengan jari.

Nah demikian juga saya tahun ini. Apalagi kejadian yang mencekam terjadi hampir di penghujung tahun sehingga menjadi titik fokus seluruh perhatian saya dan lupa akan berbagai kehebatan, berbagai prestasi dan banyak kejadian positif yang saya alami sepanjang tahun. Sesuatu yang bias itu sangat normal, semua individu memiliki dan mengalami ini tanpa kecuali, tapi seperti bias-bias lainnya, ini merupakan pintu, merupakan salah satu tiket untuk bisa masuk kedalam proses berpikir yang positif, hanya saja, menurut Barbara Markway, PhD, masalahnya adalah bukan pada pikiran-pikiran negatif itu tapi karena kita mempercayai bahwa pikiran itu benar!

Saya mengatakan bahwa tahun ini adalah tahun yang sangat berat untuk dilalui. Nah itu adalah sebuah pemikiran. Ada hal yang negatif di situ. Apakah sepanjang tahun memang saya lalui dengan berat? Ternyata setelah saya telusuri baik-naik, tidak demikian adanya. Lebih dari setengah tahun pertama saya lalui dengan sangat baik. Luar biasa malah. Lihat saja yang saya alami bersama Kano, yang dia lalui sejak awal tahun hingga sekarang, ini merupakan satu prestasi hidup di awal masa kedewasaan dia yang sangat luar biasa. Karirnya melaju dengan cepat, kemandirian dan tanggungjawabnya semakin baik dan matang dan menurut saya ini hal yang sangat positif. 

Bagaimana dengan Nina? Memang studynya tertunda, tapi bukan merupakan hal yang negatif. Lututnya yang selama 30 tahun terakhir bermasalah akhirnya tertanggulangi dengan adanya lutut baru. Kalau dia menjalani operasi dan selama hampir 3 bulan bersusah payah mengalami masa penyembuhan, itu juga bukan hal negatif. 

Saya kehilangan pekerjaan. Itu memang sesuatu yang tidak diharapkan, tapi sesungguhnya sudah saya perhitungkan dari awal, dan saya sudah antisipasi bahwa kondisi ini akan terjadi. Saya menjalaninya dengan baik, agak susah payah karena sekitar 3 bulan saya tidak punya penghasilan, tapi itu memang hal yang tidak dapat dihindari. Bukan pula hal yang negatif, ini memang kondisi yang harus dihadapi.

Sekarang pengalaman mencekam yang Nina hadapi. Baiklah, ini mungkin bisa dikatakan negatif, tapi jika diresapi dengan sungguh-sungguh, yang kami alami adalah hal yang positif bahwa karena tertundanya study karena memberi kesempatan agar Nina dapat memperoleh lutut baru, menyebabkan kami masih tinggal di Fort Collins dan masih memiliki health care yang baik. Nah karena ini segala sesuatu terdeteksi di awal kejadian sehingga semua dapat ditanggulangi dengan baik. Harus bersyukur bukan? 

Kebiasaan berpikir kita memang selalu condong pada hal-hal negatif, dengan menyadari kecenderungan ini kita dapat menemukan pola berpikir yang sebetulnya bisa kita ubah. memang karena namanya kebiasaan, butuh kesadaran yang tinggi untuk bisa melepaskan diri dari hal-hal itu. Seperti misalnya ketika di tempat kerja atasan kita memberikan koreksi atas laporan yang kita buat, lalu kita merasa bahwa kinerja kita buruk, itu adalah pola pikir kita yang negatif. Tapi apakah atasan kita benar-benar mengatakan bahwa kinerja kita buruk? Tidak, bisa saja atasan kita itu berusaha menunjukkan cara yang lebih efisien, sama sekali tidak pernah mengatakan bahwa kita buruk. Nah itu salah satu contohnya. Demikian juga dengan cara kita memandang pada kondisi dan peristiwa dalam kehidupan yang kita jalani.

Kuncinya adalah kita harus bisa lebih mampu memberi perhatian pada cara berpikir yang lebih positif. Otak kita katanya, menurut Barbara, perlu dilatih. Ketika kita mengalami pertistiwa positif, pertahankan itu selama sekian waktu, berikan porsi yang lebih besar dan lebih lama, fokuskan perhatian kita pada hal itu. Dan ketika ada hal negatif, ambil jarak sebentar dan mulai berpikir dan mempertanyakan apakah hal negatif itu betul? Apakah penting? Apakah merupakan sesuatu yang berguna? Dan lain sebagainya. Itu semua untuk menghindari kita agar tidak selalu terjerumus pada kebiasaan berpikir negatif.

Sekali lagi negatif bias itu sangat normal, tapi jika kita ingin berkembang dan mengarah pada hal-hal yang lebih positif dan mampu melihat sisi yang lebih cerah dengan lebih mudah, maka kita harus memulai sedikit demi sedikit melakukan self analysis dan melatih otak kita dengan penuh kesadaran.

Ya, akhirnya saya sadari bahwa tahun ini tidak berat-berat amat. Menarik, ada bagian yang penuh dengan thriller, ada saat-saat yang menuntut air mata, dan banyak saat kita harus bersyukur karena keluarga selalu penuh dengan kehangatan, pelukan, gelak tawa. Ini adalah tahun yang sangat dinamis, sarat dengan petualangan. Tahun yang indah!