Seandainyaa saja saya pandai berkata-kata dan dapat menggambarkan setiap perasaan, kepuasan bahkan yang lebih sederhana menggambarkan apa yang saya nikmati ketika menyantap sebuah sajian yang sangat istimewa, maka saya akan menjadi seorang yang bahagia luar biasa.
Baru saja saya menikmati sebuah sajian yang terbuat dari telur, krim, jamur dan keju yang sangat sedap. Namanya sudah sangat dikenal, quiche! Ini sebenarnya adalah makanan sederhana, telur yang dicampur dengan krim dan sedikit rempah seperti nutmeg (pala), merica, dan sebagainya lalu dituangkan pada pie crust dan dipanggang. Kuncinya adalah ketepatan proporsi setiap bahan yang digunakan, waktu mengocok telurnya sehingga cukup memasukkan udara ke dalam campuran itu agar telurnya fluffy dan lembut. Terlalu lama mengocok maka hasilnya akan melempem, kurang lama mengocoknya maka udara tidak cukup tercampur jadi tidak akan fluffy. Ya begitu itu, butuh ketrampilan dan pengetahuan untuk membuatnya.
Yang barusan saya nikmati adalah mushroom goat cheese quiche. Pie crust-nya flaky berlapis-lapis tapi tidak keras. Setiap gigitan saya merasakan telur dan krim yang sangat lembut di lidah. Rasa goat cheese-nya begitu seimbang dan tidak berlebihan walau kalau dipikir-pikir keju, telur dan krim seringkali membuat hidangan menjadi terlalu tajam. Ini semuanya seimbang. Lalu sensasi dari jamur yang sudah di sautee dengan sempurna, tidak menyisakan bau jamur yang khas, yang seringkali merusak kenikmatan. Ya saya sangat menyukai tekstur jamur, tapi yang saya benci adalah baunya yang khas yang sering terjadi jika yang mengolahkan kurang sabar ketika menumisnya. Jamur butuh sentuhan yang sabar dan rajin ketika di sautee, biarkan hingga jamur itu berkeringat dan kehilangan moisture nya kemudian menghasilkan carmelized mushroom yang sempurna. Gunakan butter yang baik dan hindari menumis terlalu banyak dalam wajan karena kalau terlalu crowded, maka proses carmelizing tidak akan terjadi malah menjadi steamed mushroom, yang penuh dengan air!
Makanan bukan hanya memberikan asupan energi pada tubuh tapi juga merupakan sumber kenikmatan, pleasure! Sebuah kenikmatan yang ditangkap oleh otak kita sehingga kemudian mengharapkan peristiwa itu dapat terulang kembali. Itu yang menyebabkan banyak orang rajin berwisata kuliner, karena semata-mata ingin menikmati pleasure sensation. Semakin lama tuntutannya semakin tinggi hingga ada orang yang berani mengeluarkan puluhan juta untuk sebuah hidangan. Agak keterlaluan memang, seperti belum lama ini banyak berita beredar seorang chef Turki yang terkenal nyentrik Salt Bae, ya chef yang gaya menaburkan garamnya dengan cara nyentrik itu, dia menghidangkan steak salut emas 24k seharga $1000- $2500! Padahal kalau buat sendiri tidak sampai $300! Kenapa orang begitu tergila-gila berburu wisata kuliner? Karena berusaha mencari sensasi kenikmatan yang makin lama standarnya semakin tinggi.
Saya jadi ingat sebuah film yang berjudul Babette's Feast. Babette sebetulnya adalah seorang chef sebuah restoran sangat terkenal di Paris, tapi kemudian meninggalkan gaya hidupnya dan menjadi seorang housekepper di sebuah desa yang gaya hidupnya sangat ketat dan religius. Suatu waktu Babette menang lotere sebesar $10,000 Francs. Dia memutuskan menghabiskan seluruh uangnya untuk meyiapkan "Real French Dinner"! Orang-orang di situ belum pernah merasakan hidangan sehebat itu, bahkan orang-orang belum pernah melihat bahan-bahan yang sengaja didatangkan dari tempat lain. Pengiriman bahan baku sudah cukup membuat semua penduduk desa heboh. Karena gaya hidup yang "ketat" mereka memutuskan untuk tidak membicarakan "kenikmatan" makanan yang nanti akan disajikan karena khawatir membuat mereka berdosa. Tapi siapa dapat tahan dengan hidangan spektakular semacam itu? Apalagi salah satu orang yang diundang ternyata adalah orang sangat penting dari Paris yang dulu pernah merasakan masakan Babette di restorannya dulu. Maka akhirnya rahasia Babette terbongkar.
Sesudah selama seminggu saya terus sibuk bekerja, hari ini saya mau bersantai. Masak pun mau yang mudah dan sederhana. Karena kebetulan saya punya banyak fillet ikan di kulkas, Saya akan membuat ikan kukus dengan bawang putih, serai dan jeruk nipis! Cocok untuk malam yang lumayan dingin ini! Resepnya saya ambil dari Marion's Kitchen, chef dari Australia! Mudah-mudahan saya bisa memberikan kenikmatan dari ikan yang akan saya masak sebentar lagi.***
Foto: Marion's Kitchen Thai Lime & Garlic Steamed Fish