AES 1293 Immanere
joefelus
Friday January 3 2025, 11:04 AM
AES 1293 Immanere

Hari masih pagi dan sepertinya matahari masih agak bermalas-malasan. Demikian juga saya, belum ingin beranjak dari tempat tidur hingga akhirnya ada sebuah kalimat yang saya baca di telepon genggam: "Be more present for the universe inside you!" Saya agak tercekat dan berhenti membaca. Kalimat ini sangat mengusik sebab mengubah semua persepsi saya, apalagi hari masih pagi dan otak saya masih belum benar-benar bangun. Apa ini maksudnya? Selama ini saya selalu menganggap hidup di dalam semesta, bukan semesta di dalam saya. Antara bingung dan tertarik saya terus berpikir. Mungkin saja kalimat itu biasa saja, namun selama ini saya belum pernah berpikir dari sudut pandang ini.

Selama ini saya berpikir bahwa semesta itu sesuatu yang berjarak, yang berada di luar saya atau saya hidup didalamnya saling terkoneksi baik pikiran, perasaan dan kehadiran saya sebagai suatu kesatuan yang besar. Nah saya harus benar-benar merenungkan bahwa interkoneksi ini, jika mendalami kalimat di atas, tidak hanya saya berada di dalamnya, tapi karena sebagai satu kesatuan yang besar, entiti itu ada dalam diri saya juga. Apakah begitu?

Jika saya berpikir dalam konsep saintifik, yaitu bahwa manusia terbentuk dari elemen yang sama dengan bulan, bintang dan seluruh galaksi dimana semua atom yang membentuk tubuh kita juga terdapat dalam atom-atom yang membentuk semesta, maka kita semua merupakan satu kesatuan bentuk fisik yang memiliki elemen yang sama. Jadi semesta itu ada di luar maupun di dalam kita, karena segala hal merupakan satu kesatuan.

Jaman saya kuliah filsafat, puluhan tahun yang lalu, saya ingat dalam filsafat ketuhanan ada istilah transenden dan imanen. Transenden melihat Tuhan yang berjarak dengan manusia, sebagai sosok yang jauh, yang perlu dihormati dan diagungkan, ditaati bahkan ditakuti. Semetara imanen, atau dalam bahasa latin immanere yang berarti berada atau tinggal di dalam, yang kalau tidak salah pertama kali diungkapkan oleh Aristoteles, Tuhan di sini sebagai sosok yang berada dalam struktur alam semesta yang bersama-sama berperan dan ambil bagian dalam semua proses. Nah, ini adalah persepsi secara filosofis.

Tapi bagaimana seandainya kalimat di atas hanyalah sebuah kiasan? Maksudnya adalah hanya sebagai metafor yang mengajak saya untuk lebih melihat ke dalam dan melakukan introspeksi? Atau mungkin mengajak untuk lebih mendalami potensi, kompleksitas dan mengenal serta mengeksplorasi segala sesuatu yang berada di dalam diri saya? Ini juga bisa.

Namun secara keseluruhan jika saya terus memikirkan makna dari kalimat itu, the universe inside you lebih memfokuskan pada keterkaitan, keterhubungan, antara individu dengan semesta entah itu yang hadir secara berjarak atau menjadi satu kesatuan di dalam. Tidak masalah, itu hanya urusan interpretasi. Yang jelas ini semua mengundang saya untuk berkontemplasi. Yang jelas juga, saya diajak untuk lebih hadir, lebih aware dan lebih mindful.

Foto credit: atomenulis.com

You May Also Like