Belakangan saya lagi gundah sama kata di atas ini: Triliun. Buset dah (punten). Kenapa gundah? Beberapa tahun silam, kata ini, yang mendefinisikan sebuah angka, menggambarkan jumlah yang sangat besar. Sepuluh pangkat dua belas. Nulisnya aja cape.
Kalau nanya sama Meta AI, buat menambah perspektif, Triliun ini begini katanya:
A trillion is a massive number:
1 trillion = 1,000,000,000,000 (10^12)
To put that into perspective:
- 1 trillion seconds is equivalent to approximately 31,709 years.
- The estimated number of stars in the Milky Way galaxy is between 200-400 billion, so a trillion is several times more than that.
The term "trillion" is often used in finance, economics, and science to describe enormous quantities or values.
Lalu kenapa gundah? Karena beberapa waktu lalu, media banyak bicara korupsi dalam besaran miliar. Hari hari ini, media memberitakan korupsi triliunan sebagai hal yang biasa. Ini mengerikan. Mengerikan banget. Terakhir, bahkan muncul lagi besaran baru yang disebut : kuadriliun. Sederhananya korupsi yang pada dasarnya sebuah kejahatan terhadap kemanusiaan sudah mencapai skala yang begitu besarnya. Mengambil sesuatu yang bukan haknya tentunya sebuah kejahatan. Melihat jumlahnya, kejahatan semacam ini sudah melampaui nalar - yang sekaligus menandakan bahwa nurani pelakunya bukan hanya nihil, tapi juga minus... Duh mengerikan. Mengerikan karena ini dilakukan oleh sesama bangsa Indonesia. Dan bagi saya, ujung-ujungnya hal ini jadi bahan refleksi bagi Semi Palar yang bergerak di ranah pendidikan. Inilah yang menjadi sumber kegundahan bagi saya - dan kemudian memantik munculnya tulisan ini...
Secara matematis ini juga mengkhawatirkan dalam konteks persepsi masyarakat. Kalau dulu kita bicara angka miliaran, angka jutaan adalah receh - angka yang nilainya tidak seberapa, kecil nilainya. Saat ini, saat masyarakat (dan tentunya juga birokrat) terbiasa berhadapan dengan angka triliunan, angka miliar jadinya sesuatu yang nilainya receh. Masyarakat dan birokrat - bisa mempersepsi bahwa korupsi miliaran adalah hal yang receh. Ini juga tidak kalah mengerikan.
Ini tulisan pendek yang jadi catatan saya di akhir minggu ini. Semoga jadi bahan pemantik kesadaran bagi yang sempat membaca tulisan ini. Semoga bermanfaat. Salam bahagia untuk semua.
Hukumanya tidak setimpal, Kak. Rata-rata orang yang saya tanya jika dihukum 6 tahun dan sesudahnya bisa menikmati 1 triliun, semuanya menjawab bersedia! Harusnya seperti negara lain, jika kejahatan kemanusiaan ini dihukum dengan menghilangkan kemanusiaannya, mungkin orang yang berniat mencuri akan berpikir 1 triliun kali lipat.