Sudah 5 hari saya ikutan nulis di Atomic Essay Smipa. Alhamdulillah, semangat nulis saya meningkat seolah-olah dipicu untuk menulis apa yang ada di dalam pikiran. Selama ini tulisan saya banyak yang nyangkut di draft folder di wordpress, banyak yang saya hapus, sebab tidak ada rencana melanjutkan tapi ada yang sengaja disimpan di sana sebagai koleksi pribadi.
Menulis maksimal 250 kata ternyata sulit sekali. Dari 4 tulisan yang saya sudah selesaikan, semuanya diatas 250 bahkan ada yang 2-3 kali lipat. Untungnya ini bukan essay ilmiah jadi ya sudahlah.
Nulis itu mirip dengan masak, apalagi kalo gaya masaknya pake ngarang tanpa resep. Contohnya makan siang saya. Karena sekarang banyak pantangan, salah satunya ga boleh makan kecap atau apapun yang berbau kedelai, jadi saya harus ngarang. Saya blanched buncis hingga hampir empuk lalu buat saosnya dari agave, bawang putih, chayenne pepper, black pepper, lemon juice dan garam. Jadi ada asin, manis, asam, gurih dan pedas. Kalau rasanya sudah lengkap begini maka indra perasa saya pasti akan bahagia. Nah sedang asyik masak itu, saya ada ide lain, bagaimana proteinnya? saya buat scrambled egg yang dicampur dengan sedikit cream, garam dan merica. Lalu di atasnya saya kasih sriracha sauce! Makan siang yang rendah karbohidrat, kaya protein dan cukup ada fiber! Bahagia!

Nah menulis juga gitu, sedang asyik mengungkapkan ide utama, tiba-tiba ada pikiran lain nongol di tengah-tengah. Mau dibuang sayang diteruskan jadi lebih dari 250 kata. Tapi ya sudahlah yang penting bahagia! Btw, ini tulisan pertama saya yang masih di bawah 250 kata hahahaha***