AES 198 Risk-Taking
joefelus
Tuesday December 7 2021, 4:42 AM
AES 198 Risk-Taking

Pekerjaan sudah beres dan kalau ingin menuruti hati, saya kepingin pulang dan beristirahat. Kesibukan selama akhir pekan kemarin sepertinya belum cukup mengistirahatkan tubuh. Jiwa mungkin sudah di-refreshed hahaha, tapi karena tubuh masih merintih-rintih, mau tidak mau mood pun jadi agak turun dan kendor.

Sambil menunggu saat makan siang, saya membaca banyak esai yang menarik di AES sambil ngemil Mexican trail mix, karena ternyata saya sudah sangat lapar. Mexican trail mix ini agak sedikit pedas, isinya ada almond, kacang tanah, pumpkin seeds, stik wijen, jagung dengan bumbu salsa, dan sebagainya, lumayan untuk ganjel perut.

Masih ada 9 hari kerja yang harus saya jalankan sebelum saya cuti untuk berlibur. Sudah tidak sabar melepaskan diri dari pekerjaan, tapi juga berharap masa penantian libur dan Natal-tahun baru tidak segera lewat. Buat saya penantian adalah masa-masa yang menyenangkan, penuh dengan excitement apalagi liburan kali ini adalah perjalanan yang sangat dinanti-nantikan. Saya sudah berusaha menabung bertahun-tahun hanya untuk kurang dari 2 minggu perjalanan! Akomodasi sudah dipesan bahkan sudah sebagian besar dibayar.

Apakah ada kekhawatiran? Oh jelas sekali. Kondisi covid sekarang semakin memburuk, apalagi dengan hadirnya varian terbaru. Jika semua perjalanan harus dibatalkan, tabungan saya boleh dibilang akan lenyap, karena semua yang dipesan tidak dapat dibatalkan. Yang sudah dibayarkan tidak dapat dikembalikan! Kenapa begitu? Karena saya terpaksa memilih yang paling bisa dijangkau, yang termasuk dalam budget, yang bisa dibatalkan atau dikembalikan itu yang harganya jauh lebih mahal dan butuh bayar esktra untuk asuransi. Ya, jaman sekarang memang orang harus bayar ekstra untuk hal-hal semacam itu! Semuanya nanti akan terjawab dalam 2 minggu! Jadi memang seru khan?

Otak saya memang berusaha meyakinkan agar bermain aman! Risiko yang saya ambil memang bisa menghancurkan semua perencanaan yang sudah dibuat sekian lama. Tapi apa serunya jika tidak mengambil risiko? hahaha... Bermain aman itu artinya saya harus mengorbankan lebih dari $1000! Tentu saja, mengambil risiko itu juga tidak boleh dianggap main-main. Saya memperhitungkan banyak hal, berusaha mengumpulkan semua faktor yang bisa mempengaruhi pengambilan keputusan, mengantisipasi segala faktor yang tidak mendukung. Pokoknya saya menimbang segala kemungkinan dan harus yakin bahwa keputusan itu akan menguntungkan saya, bukan sebaliknya.

Ya risk-taking itu memang seru, mengkhawatirkan dan sekaligus pada level tertentu itu menakutkan. Bayangkan saja misalnya keputusan yang saya ambil 5 tahun lalu untuk pindah ke tempat saya sekarang ini. Pada saat itu saya tidak punya kepastian atau jaminan bahwa saya saya akan bisa beradaptasi mengingat usia. Siapa yang bisa bersaing untuk memperoleh pekerjaan yang baik dengan mereka yang jauh lebih muda. Saya ingat interview saya yang pertama ketika berusaha mencari pekerjaan di sini. Seorang anak muda, saya yakin dia masih pelajar menginterview saya hahaha... Saya punya banyak pengalaman menginterview orang dan saya tahu dia menganggap remeh saya melihat usia yang saya yakin bagi dia tidak muda lagi. I have been there done that! Jadi bukan suatu yang baru dan saya tahu bahwa itu bukan pekerjaan yang cocok buat saya. Saya bersyukur bahwa dia tidak memanggil saya lagi, sebab saya tidak bisa membayangkan apa yang terjadi pada saat covid 2 tahun terkahir ini bekerja di tempat itu. Ya, saya memang harus mulai dari nol untuk memulai hidup di sini. Itu bukan risiko kecil yang saya ambil, bagaimana jika tidak berhasil? di kampung sendiri, di rumah sendiri saya tidak akan sekhawatir di sini. Di sini hidup keluarga saya tergantung dari apakah saya bisa menghadirkan makanan di meja, mampu menyediakan tempat berteduh, dan sebagainya. Di sini saya tidak punya apa-apa! Saya harus mampu menyediakan kebutuhan basic. Untuk itu saya harus memiliki sumber. Nah itu perjuangan yang berat di beberapa bulan awal sesudah saya menetap di sini.

Jadi apakah risk-taking itu worth it? Dengan pertimbangan yang masak, menimbang seluruh faktor yang terpikir dan mengambil keputusan yang matang, ya.. saya bisa dengan penuh keyakinan mengatakan itu semua sepadan! setimpal, Worth it! Tanpa keputusan yang saya (and my other half, of course!) ambil, Kano tidak akan pernah mengalami asyiknya bermain snow boarding atau ski! Dia tidak akan pernah tahu rasanya in n' out burger di Santa Barbara, dia tidak akan pernah kemping di Yellow Stone atau berpetualang hiking dan kemping di padang pasir di Utah, duduk di pantai sambil memandangi Golden Gate atau bekas penjara Alcatras, melihat gedung Capitol, White House atau Lincoln Memorial di Washington DC, atau makan Pizza yang terkenal di New York! Saya tidak berusaha mengatakan bahwa jika tidak pergi ke sini kano tidak akan mengalami kehidupan yang menarik, tidak. Pilihan memang menentukan outcome, dan saya tidak berusaha mengatakan bahwa ini lebih baik dari yang lain. Itu semua tidak dapat dibandingkan karena hidup itu linier, tidak ada alternate outcome seperti di film.

Yang ingin saya katakan dalam esai pendek ini adalah bahwa kadang kala kita perlu mengambil risiko. Bermain aman seringkali membuat hidup kurang dinamis. Mengambil risiko itu merupakan bagian dari proses belajar dalam hidup dan percaya atau tidak mempunyai banyak manfaat. Kita akan dilatih untuk berpikir kreatif dan yang pasti melatih skill untuk survive, adaptasi dan memaksa kita juga untuk belajar menghadapi kegagalan dan menghargai keberhasilan.***

Foto: projectboldlife.com