Akhir tahun selalu penuh dengan banyak perenungan. Penuh harapan terhadap yang akan terjadi disamping juga banyak tanda tanya akan bagaimana kondisi di masa yang akan datang. Tidak ada yang tahu, itu yang membuat hidup ini menarik.
Saya duduk menghadap ke laut sesudah mengakhiri lari pagi. Sebuah kapal kecil sepertinya berlabuh, entah menunggu matahari terbit atau memang hanya ingin menghabiskan sisa-sisa malam di tengah gelombang yang tidak terlalu besar. Sekelompok peselencar duduk menunggu ombak besar terbentuk di atas papan selancar mereka sambil terombang ambingkan ombak. Hanya deburan ombak yang saya dengar, damai dan tenteram, saya larut dalam sebentuk pikiran dan perenungan.
Ini pantai favorit saya. Banyak akhir pekan saya habiskan di sini besama Nina dan Kano. Lapangan rumput yang selalu hijau diantara pepohonan yang rindang melindungi dari sinar matahari memberikan kesempatan yang ideal untuk duduk-duduk menghabiskan akhir pekan dan melepas lelah sesudah sepanjang minggu bekerja keras. Pada waktu itu pekerjaan saya memang tidak mudah, permasalahan demi permasalahan menyita pikiran dan perasaan sehingga saat-saat rehat sangat saya butuhkan. Mungkin ini yang membuat saya rajin menghabiskan waktu di tempat ini, hampir setiap akhir pekan. Menyaksikan Kano berlari-larian sementara saya berusaha membaca buku dan menikmati kopi merupakan saat-saat yang menyenangkan.
Setelah 14 tahun berlalu, tempat ini hampir tidak berubah. Masih seperti dulu. Pagi ini, dan beberapa pagi yang lalu saya melihat sekelompok orang berkumpul melingkar, ada yang berdiri dan ada yang duduk di kursi lipat, ada sekitar 50-an orang. Pagi ini saya sengaja mendekat, dan sepertinya ini adalah support group. Salah seorang berpidato mengucapkan terimakasih bahwa kelompok ini sudah memberikan dukungan pada saat sakit. Entah ini support group apa, yang pasti banyak orang duduk di kursi dengan selimut di bagian kaki mereka. Saya kira mungkin ini support group untuk penyadang penyakit tertentu. "I've never felt alone because I have been surrounded by family, by all of you!" Seorang wanita yang berpidato mengatakan itu.
Saya melanjutkan langkah-langkah ke tepi pantai, ada semacam platform yang dibangun menjorok ke tengah laut sebagai pemecah ombak di sana. Saya menyusuri platform itu, basah terkena percikan ombak tapi ketika berada diujung saya dapat berbalik badan dan memandangi pantai. Pagi ini memang agak kelabu sebab sepertinya matahari tidak muncul, justru gerimis sangat kecil menciptakan bau tanah, rumput basah di udara bercampur dengan aroma laut. Sepasang laki-laki berdiri membawa roti dan melemparkan potongan-potongan kecil ke air. Saya perhatikan ikan-ikan bermunculan, besar-besar! Lebih besar dari betis saya! Sekitar 100 meter dari pantai memang penuh dengan coral, sehingga sangat baik untuk ikan dan sepertinya tidak ada orang yang menggangu mereka. Mungkin karena batu-batuan itu sehingga sulit untuk memancing. Beruntunglah ikan-ikan ini!
Di Indonesia hari ini adalah hari terakhir di tahun 2021, di tempat saya berada hari ini baru tanggal 30, Hawai'i adalah salah satu tempat yang perubahan waktunya paling akhir. Beda dengan Indonesia 17 jam. Lembaran baru akan segera ditulis di tahun 2022. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi, saya berharap hal-hal yang lebih baik akan terjadi, dan saya bersyukur bahwa tahun 2021 sudah hampir selesai saya jalani, sejauh ini tahun 2021 adalah tahun yang penuh berkah walau memang dipenuhi dengan ketidakpastian. Tahun ke-2 masa pandemi sudah hampir selesai. CDC bahkan memberikan anjuran pemotongan masa karantina menjadi 5 hari saja. Entah dengan pertimbangan apa, tapi sejauh ini memang terlihat menuju arah yang semakin membaik. Cara menjalani kehidupan sehari-hari memang berubah dibandingkan 2 tahun yang lalu. Ini mungkin yang disebut dengan "the new normal" dan kelihatannya masyarakat sudah dapat beradaptasi dengan baik walau masih banyak kelompok yang menolak. Kemarin malah saya membaca sticker di taman yang memaki maki CDC dan direkturnya Dr Fauci, bahkan ada sticker dengan kata-kata "Legalize Freedom!" hahahaha.. sejak kapan kebebasan tidak legal? Kelompok yang menolak mengakui pandemi, ogah mengenakan masker dan menolak divaksin ini memang luar biasa! Saya hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala sebagai reaksi ketidak-percayaan dengan apa yang saya lihat. Mereka ngotot mengatakan "educate yourself" tapi mereka sendiri tidak melakukannya. Ironis sekali! Ya hidup ini memang seru, kalau tidak ada mereka maka hidup ini bakal kurang hiburan! hahahaha..
Saya tadi pagi membaca tulisan satir tentang kelompok mereka ini. Tulisan ini berkata bahwa dia menolak menggunakan ban untuk winter karena itu adalah mobil dia, pilihan dia dan kebebasan dia. Efektivitas ban untuk musim dingin katanya diragukan karena itu akal-akalan pabrik ban, tetangganya bahkan kecelakaan sesudah ganti ban. Dia tidak yakin ban itu terbuat dari apa dan pabrik ban sengaja menakut-nakuti orang agar memilih menggunakan ban musim dingin. Lalu orang itu juga berkata bahwa dia membaca di internet bahwa perusahaan ban raksasa menemukan salju dan menyebarkan salju di mana-mana ketika kita tidur dan juga katanya jika menggunakan ban musim salju maka pemerintah dapat melacak mereka! Terakhir dia berkata: Educate yourself, open your eyes, stop being sheep! This year I say no to winter tires! Hahahahaha. Hidup itu menarik dan mereka memang sangat menghibur! hehehe***
Terima kasih sudah jadi teman berbagi lewat Ririungan di 2021 ini Jo. Sahabat yang jauh tapi terasa dekat.
Salam bahagia. Have a great 2022. ππΌπ€