AES 77 Life As A Mirror
joefelus
Saturday August 7 2021, 4:30 AM
AES 77 Life As A Mirror

Hari Jumat! Ada dua hal yang dirasakan ketika bangun pagi, pertama merasa excited karena merupakan hari terakhir bekerja dan siap menikmati akhir pekan; dan kedua, tubuh lelah karena sudah hampir sepanjang minggu dikuras energi dan pikirannya. Pagi tadi mood agak kurang baik ketika harus memaksakan diri turun dari tempat tidur ketika di luar masih sangat gelap. Tujuan pertama, kolam renang sambil berharap kelas aquatic fitness akan meningkatkan mood karena biasanya olah raga akan meningkatkan produski endorphine, hormon kebahagiaan. Dan memang terbukti ketika di tempat kerja sepulang berenang, semangat untuk menjalani hari meningkat.

Sekarang ngobrol soal topik. Hidup bagaikan sebuah cermin, yang memantulkan segala pengalaman dan orang-orang yang kita temui dan bersentuhan dengan hidup kita. Katanya, pengalaman-pengalaman menarik hanya terjadi pada orang-orang yang menarik. Kesenangan terjadi pada orang-orang yang menyenangkan, sukses dicapai oleh orang-orang yang sukses. Ini menurut banyak orang adalah aturan utama dalam menjalani kehidupan.

Dalam kehidupan sosial, kita harus bisa menjadi seseorang yang mempunyai karakteristik orang yang kita sukai. Misalnya jika kita ingin berteman dengan orang yang fun, ceria dan menarik, maka kita harus menjadi orang yang fun, ceria dan menarik. Jika ingin berteman dengan orang yang jago masak, ya jadilah orang tertarik pada masakan, mengapresiasi makanan atau malah sekalian belajar menjadi seorang yang jago masak. Jika ingin bersenang-senang ya jadilah orang yang menyenangkan. Sekali lagi kehidupan adalah bagai kaca cermin, segala yang kita lakukan akan memantul balik terhadap kita dari semua pengalaman dan orang-orang yang kita temui.

Saya pernah bekerja dengan seseorang yang selalu mempunyai pandangan negatif. Tidak ada hari yang tanpa keluhan. Musim dingin ngomel-ngomel karena kedinginan, musim panas mengeluh karena kepanasan. Semua orang disekelilingnya dikomentari dengan hal-hal yang tidak menyenangkan. Pendek kata, tidak ada orang lain yang baik di mata dia. Akhirnya saya bentrok dengan dia di tempat kerja, dia menghasut anggota team lain untuk memojokkan saya. Team kami bubar karena semua dipindahkan dan saya tetap tinggal bersama boss bersama anggota team yang baru. Dia bekerja di tempat lain, berantem dengan boss di tempat itu hingga akhirnya dia diberhentikan. Saya belajar dari situasi ini dan sadar bahwa jika ingin senang di tempat kerja, ya jadilah orang yang menyenangkan sehingga semua orang yang bekerja dengan saya juga senang dengan kehadiran saya. Tadi pagi saya bilang ke kak Ine, attitudes influence perceptions. Jika ingin atmosfir di sekeliling kita positif, maka jadilah orang yang positif maka sekeliling kita akan memantulkan ke-positif-an dari positive attitudes yang kita miliki.

Sebagai ilustrasi, saya ingin bercerita tentang kantor. Kantor saya menggunakan sensor gerak untuk lampu ruangan, jadi jika tidak ada orang yang bekerja, otomatis semua lampu mati. Yang menyebalkan adalah jika saya bekerja sendirian dan tidak bergerak karena yang bergerak hanya jari-jari tangan dan tidak tertangkap sensor, nah lampu lalu mati. Saya harus bergerak sedikit dan lampu nyala lagi. Ruangan kerja saya tampilkan sebagai ilustrasi yang menggambarkan bahwa lingkungan sekitar kita bereaksi terhadap apa yang kita lakukan. Karakter dan attitudes kita dipantulkan oleh sekeliling kita. Silahkan coba, jika kita tersenyum pada seseorang yang tidak kita kenal, data statistik sebuah eksperiment menyatakan bahwa kebanyakan orang tersebut akan tersenyum balik (kecuali kalau orang tersebut tidak melihat, tentunya hahaha)

Banyak orang yang salah strategi dalam menjalani kehidupan sosial. Seseorang yang membutuhkan simpati lalu bertingkah seperti orang yang kesusahan, memelas dan butuh belas kasihan. Sekali dua kali mungkin berhasil, seterusnya orang-orang lain akan menghilang dan menjauh. Betul tidak? dari semacam teori agak abal-abal yang saya obrolkan kali ini, menurut saya jika ingin orang bersimpati terhadap kita, jadilah orang yang simpatik! Jika ingin menikmati hari-hari penuh tawa, maka mulailah dengan tertawa, nanti juga akan menular dan di sekeliling kita akan penuh tawa ria. Jadi begitu deh! Bagaimana pendapat anda? Siapa tau ada yang punya pendapat yang lebih ilmiah. Selamat akhir pekan!***

Andy Sutioso
@kak-andy   5 years ago
Sepaakaat sama Jo... Life is like a mirror, when you frown, life will frown back at you... well when you smile, the world smiles back at you... 🙏🏼
innocentiaine
@innocentiaine   5 years ago
Sepakat juga pak Jo.. :) Nyambung juga dengan today's quote from Sadhguru, "When you are joyfull, the world looks joyfull."