AES 323 Golden Buzzer
joefelus
Monday April 11 2022, 3:35 AM
AES 323 Golden Buzzer

Selesai berolah raga di gym, saya sempat ngobrol dengan beberapa orang rekan yang biasa berolahraga bersama, Summer dan Tina. Kami hanya ngobrol yang ringan-ringan, kadang hanya basa basi, atau tentang trainer kami dan template kelas-kelas yang kami ambil dalam berolahraga. Tidak lupa juga kami selalu berusaha menyemangati kembali beberapa anggota yang biasa berolahraga bersama yang mulai kendur semangatnya. Kami saling berbagi nomor telepon agar bisa saling berbagi informasi kelas apa saja yang akan kami ambil agar bisa sama-sama berolahraga. Ini yang terus mendorong kami selalu bersemangat untuk menjaga kesehatan.

Sedang asyik ngobrol tiba-tiba salah satu pelatih kami, Lauren, ikut bergabung dan obrolan menjadi agak serius, membahas tentang anak-anak-anak korban kekerasan, child abuse. Lauren baru saja terlibat beberapa saat yang lalu dengan sebuah event tahunan, pemberian penghargaan pada para partner aktivis yang terlibat dalam proyek pencegahan child abuse. Korban-korban kekerasan yang mereka tangani adalah anak-anak yang berusaha antara 6 hingga 14 tahun.

Di county (kabupaten???) tempat saya tinggal, tercatat minimal ada 19 laporan child abuse setiap harinya, setiap tahun katanya ada sekitar 3,6 juta laporan yang melibatkan sekitar 6.6 juta anak yang menjadi korban. Banyak badan-badan informal, agency, dan organisasi yang terlibat dalam proyek pencegahan kekerasan anak. Beberapa hari yang lalu ada semacam ball untuk penyerahan penghargaan bagi perusahaan, para pegiat di lapangan, dan juga 3 orang anak yang merupakan korban kekerasan yang mempunyai mimpi yang terpilih.

3 orang anak itu, Jasper, Zaniya dan Alanah memiliki mimpi. Jasper Mempunyai cita-cita ingin membangun rumah dan akan melakukannya untuk orang lain, Disamping itu Jasper juga mempunyai mimpi bertemu dengan seorang youtuber yang dia idolakan, saya lupa namanya. Zaniya sangat menyukai sains dan berita-cita menjadi guru sain, tapi disamping itu dia juga menyukai gymnastic yang selalu membuat dia bahagia. Alanah senang menyanyi dan bercita-cita memiliki sebuah band, dia ingin tampil di sebuah pertujukkan seperti talent show dan ingin mendapat sambutan hangat dari penonton.

Malam itu secara khusus memang diadakan untuk penyerahan penghargaan dan juga kesempatan bagi Jasper, Zaniya dan Alanah untuk mewujudkan mimpinya. Alanah mendapat kesempatan untuk menyanyi yang diiringi pemusik. Oleh panitia panggung didesain seperti salah satu program TV yang mencari orang-orang yang memiliki talenta, semacam America Got Talent. Begitu selesai menyanyi dia mendapat tepuk tangan meriah dari para undangan dan sekaligus mendapat golden buzzer serta dihujani potongan kertas warna warni (confetti), mimpinya untuk mendapat sambutan meriah dari penonton terwujud. Begitu mengharukan hingga dia bercucuran air mata. Jasper mendapat kesempatan bertemu dengan youtuber idolanya dan Zaniya bertemu dengan salah seorang atlet olimpiade.

Mimpi dalam hidup itu merupakan sesuatu yang sangat penting yang akan selalu mendorong kita untuk terus maju, menginspirasi kita untuk tidak pernah berhenti mengejar tujuan hidup dan memberikan arti akan kehidupan yang kita jalani. Ada beberapa kutipan tentang pentingnya mimpi yang saya ambil dari sebuah artikel yang ditulis oleh Joel Brown:

  • The secret of living is giving, if you follow your dreams then you will have something worth sharing with others, hope, inspiration, and a meaning to live, and that to me is a great contribution.
  • Chasing your dreams will develop your courage. Courage is your fuel to achieve amazing success in life, follow your dreams, and exercise courage. Ensure enough time you will be unstoppable.
  • The more you chase and accomplish your dreams the more the lines of the boundaries that the world puts in front of us fade, as we learn that any and everything is possible
  • A dream is strong enough to define you, once accomplished you prove to others they have no say in who you can and can’t be.

Saya mendengar cerita pelatih di Gym dengan sangat terharu. Amerika bukan tempat yang selalu bersahabat seperti yang orang gembar-gemborkan. Jika kita lalai sedikit, maka akan bisa menjadi korban. Pengetahuan dan kedewasaan berpikir dan bertindak sangat dibutuhkan jika tidak mau menjadi korban. Dan kalau terperangkap menjadi korban tidak ada kata ampun. Dalam banyangan selalu indah tapi dalam kenyataan hidup sangat kejam dan hukum rimba itu benar-benar nyata. Yang kuat menindas yang lemah dan butuh perjuangan untuk bisa survive. Di sisi lain, banyak orang yang sangat peduli terhadap mereka yang tidak beruntung seperti yang dialami anak anak ini. Sebagian besar anak-anak ini tinggal dalam program foster parents, menjadi seperti anak angkat. Tercatat ada sekitar 450 perusahaan yang ikut terlibat dalam program pencegahan dan penanggulangan anak-anak korban kekerasan yang ditangani puluhan organisasi. Ya begitulah kondisi di sini, anak-anak sering menjadi korban kekerasan karena hidup itu penuh tekanan. Orang tua harus berjuang keras untuk survive, bahkan harus memiliki 2 hingga 3 pekerjaan untuk bisa bertahan. Tekanan-tekanan itu yang seringkali menjadi kambing hitam kekerasan pada anak-anak.

"Stressful situations can be a trigger for poor judgment and impulsive reactions," said Dr. Allison Jackson, division chief of the Child and Adolescent Protection Center at Children's National Hospital in Washington, D.C. "There was a great deal of economic stress, job insecurity, and loss of housing potential during this time frame along with the closing of schools, which can be a reprieve for parents and kids."

Tingkat pendidikan juga mempunyai pengaruh yang sangat kuat. Colorado adalah state ranking ke-5 yang penduduknya berpendidikan. Dengan ranking tinggi pun tingkat kekerasan pada anak sudah tinggi, coba bayangkan di state yang tingkat pendidikan penduduknya rendah. Mengerikan sekali!***