AES 1460 Ada Lumpia Basah!
joefelus
Tuesday September 9 2025, 12:55 PM
AES 1460 Ada Lumpia Basah!

"Jo, bisa tolong beliin lumpia basah? Yang biasa, pedesnya sedeng, esktra bawang putih dan kurangi minyak!" Kata Nina yang sedang ada di rapat sementara saya hanya bengong di kantor.

Saya langsung bersemangat. Bukan apa-apa, lumpia itu identik dengan toge dan telur. Toge adalah sayuran yang bernutrisi, rendah kalori, sarat dengan serat, vitamin C dan K, zat besi dan magnesium serta rendah lemak, sementara telur adalah sumber protein dan vitamin A dan D. Kedua bahan lumpia basah itu juga mengandung banyak antioksidan. Ini makanan sehat, pikir saya terutama juga cukup rendah karbohidrat yang bagi saya saat ini sangat penting. Tidak butuh waktu lama, saya langsung mengiyakan permintaan Nina dan segera turun ke lantai bawah dimana ada mas penjual lumpia basah yang kami berdua sukai.

Selama bertahun-tahun lumpia basah asalah makanan langka bagi kami berdua. Seingat saya, selama 8 tahun di Colorado saya hanya sempat membuat 1 kali. Saya berusaha membuat seperti tukang lumpia basah pinggir jalan walau tetap saya tambah rebung sementara mas penjual pinggir jalan hanya menggunakan bengkoang atau Jicama. Saya berhasil membuatnya dan merasa puas walau ada sedikit perbedaan, yaitu kulit lumpianya buatan China hahahaha...

Hal yang menyenangkan ketika saya sudah kembali di tanah air memang tidak jauh dari makanan. Akses untuk menikmati makanan tradisional ada dimana-mana, bahkan banyak yang lewat depan rumah walau kompleks saya memang kecil dan jauh lebih sepi dibanding tempat lain. Putu bisa saya tunggu yang lewat, demikian juga bakso dan nasi goreng. Atau jika saya mau tinggal jalan kaki atau naik sepeda motor untuk membeli.

Di Colorado untuk memperoleh toge saja saya harus pergi agak jauh. Hanya supermarket tertentu yang menjual toge, itupun sangat mahal. 100 gram toge, atau 1 kantong ziploc kecil dijual $3.99 atau setara dengan 65 ribu rupiah. Untuk 1 lumpia basah sudah habis. Jadi jika ingin toge lebih murah dan lebih banyak, saya harus keluar kota sekitar 2 jam perjalanan pulang pergi. Demikian juga kulit lumpia. Jadi untuk menikmati makanan tradisional, saya harus berkreasi sendiri dan melalui perjuangan yang tidak kecil hahaha..

Memang semuanya tidak bisa dibandingkan. Yang mudah dan murah di tanah air, sangat sulit dan mahal di sana, sementara yang mahal dan sulit di sini, sangat mudah dan murah di sana. Misalnya steak, saya agak kangen makan ini sebab tiap kali saya mencoba selalu berakhir dengan kekecewaan. Ini memang bukan makanan sehari-hari di tanah air, di sana walau tidak dianggap menu sederhana, tetap jauh lebih mudah dinikmati dan juga kualitas serta cara pengolahannya jauh lebih baik. Jadi ya memang terbalik, jika saya ingin steak lebih baik buat sendiri dengan cara yang saya sukai, sementara sebelumnya, disana, makanan tradisional yang harus saya buat sendiri dengan biaya dan usaha yang lebih besar. Wajar dan normal. Ini namanya trade off.

Saya harus berhati-hati tapinya. Karena kesukaan saya adalah makan, ditambah akses sangat mudah, maka sangat berpengaruh pada kesehatan, apalagi fasilitas untuk berolahraga sangat terbatas. 1 tahun di tanah air saya sudah menghadapi banyak masalah kesehatan. Masa bulan madu saya dengan makanan di tanah air sudah berakhir, saya sudah menikmati hampir semua yang saya inginkan, sekarang saatnya mulai kembali berolahraga teratur dan berusaha memilih makanan yang sehat. Untung ada lumpia basah. 10 ribu sudah sarat dengan serat, protein, vitamin A,C, D, B12 dan K, mineral seperti besi dan magnesium, rendah lemak dan karbohidrat dan yang pasti sangat sedap. Murah, sehat dan enak? Nikmat apalagi yang kau dustakan? Hahahahaha

Foto credit: cookpad.com

You May Also Like